FPK Kalbar Siapkan Pertemuan Tokoh Lintas Etnis Se-Kalimantan, Burhanudin Ahad Paparkan Agenda Dialog Kebangsaan hingga Kunjungan ke Singkawang

Editor: Redaksi author photo
Ketua FPK Provinsi Kalimantan Barat, H. Burhanudin Ahad

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Barat terus mematangkan persiapan pelaksanaan Pertemuan Tokoh Pembauran Lintas Etnis Se-Kalimantan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.

 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar kegiatan Ngopi Bareng yang diikuti jajaran pengurus dan pembina FPK Kalbar untuk membahas kesiapan teknis maupun substansi kegiatan yang dilaksanakan pada hari Jumat (7/8/2026).

 

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi forum diskusi strategis guna menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi seluruh elemen FPK agar pelaksanaan kegiatan berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi penguatan persatuan serta pembauran kebangsaan di Pulau Kalimantan.

 

Ketua FPK Provinsi Kalimantan Barat, H. Burhanudin Ahad, memaparkan secara rinci rancangan agenda kegiatan yang telah disusun. Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar tokoh lintas etnis, tetapi juga menjadi ruang untuk merumuskan berbagai langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

 

"Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Dialog Kebangsaan yang menghadirkan tokoh-tokoh lintas etnis dan pemangku kepentingan. Selain itu juga akan dilaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Kerja FPK se-Kalimantan sebagai forum evaluasi sekaligus penyusunan program yang lebih terarah," jelas Burhanudin.

 

Ia menambahkan, peserta juga direncanakan melakukan kunjungan ke Kota Singkawang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Kunjungan tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran mengenai praktik nyata menjaga kerukunan, keberagaman, dan pembauran masyarakat.

 


"Kami ingin para peserta melihat secara langsung bagaimana toleransi, kebersamaan, dan kehidupan masyarakat multietnis dapat terbangun dengan baik di Kota Singkawang. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan," ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Pembina FPK Kalbar, Rihat Natsir Silalahi, memberikan apresiasi atas kesiapan panitia dalam menyusun konsep kegiatan. Ia berharap seluruh pengurus, pembina, serta seluruh elemen yang terlibat dapat terus memperkuat sinergi demi menyukseskan agenda tersebut.

 

"Pertemuan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat semangat persatuan dan pembauran. Karena itu, saya berharap seluruh pihak dapat bekerja sama, saling mendukung, dan menjaga kekompakan agar kegiatan ini berjalan dengan baik," kata Rihat.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ir. Jakius Sinyor turut memberikan berbagai masukan konstruktif. Menurutnya, keberhasilan kegiatan akan semakin optimal apabila mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

 

Ia mendorong agar FPK Kalbar terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan sehingga kegiatan tersebut tidak hanya sukses sebagai forum silaturahmi, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pengembangan Forum Pembauran Kebangsaan di tingkat nasional.

 

"Kegiatan ini perlu disinergikan dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Harapannya, selain sukses dalam penyelenggaraan, forum ini juga dapat melahirkan rekomendasi khusus yang menjadi acuan dalam memperkuat peran Forum Pembauran Kebangsaan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman," ujar Jakius.

 

Melalui kegiatan Ngopi Bareng tersebut, seluruh peserta menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi hingga pelaksanaan Pertemuan Tokoh Pembauran Lintas Etnis Se-Kalimantan.

 

Forum ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan antar etnis, memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta menghasilkan gagasan-gagasan strategis bagi pembangunan kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran, dan berkelanjutan di Kalimantan. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini