Bupati Sujiwo Usulkan Normalisasi Sungai Kakap ke Balai Wilayah Sungai, Pendangkalan Dinilai Sudah Mengkhawatirkan
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I memberikan perhatian terhadap kondisi pendangkalan saluran air di Kecamatan Sungai Kakap, khususnya pada jalur Sungai Belida–Kalimas–Punggur hingga Simpang Tiga Jalan Raya Kakap menuju Simpang Tiga Sungai Raya Dalam.
Permintaan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang mengeluhkan kondisi saluran air yang semakin dangkal dan berdampak terhadap aktivitas warga maupun lahan pertanian dan perkebunan.
Menurut Sujiwo, pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya melakukan penanganan menggunakan alat amfibi milik Kabupaten Kubu Raya. Namun, upaya tersebut dinilai belum efektif karena tingkat pendangkalan sudah sangat parah.
"Pendangkalannya sudah sangat luar biasa sehingga aliran air tidak lagi berjalan lancar. Akibatnya, saat curah hujan tinggi kawasan ini kerap mengalami genangan bahkan banjir," ujar Sujiwo.
Selain memicu banjir, kondisi tersebut juga memengaruhi kesuburan lahan perkebunan masyarakat. Banyak kebun yang ditanami kelapa, durian, dan langsat bergantung pada sistem drainase yang baik agar tanaman tetap produktif.
Karena keterbatasan kemampuan anggaran daerah, Sujiwo mengaku telah menyampaikan langsung usulan normalisasi kepada Balai Wilayah Sungai agar pekerjaan tersebut dapat menjadi prioritas pada tahun anggaran mendatang.
"Kami berharap Balai Wilayah Sungai dapat memberikan atensi sehingga normalisasi saluran ini bisa direalisasikan tahun depan," katanya.
Sujiwo mengakui sebagian besar pekerjaan normalisasi sungai dan saluran di Kabupaten Kubu Raya selama ini memang ditangani oleh Balai Wilayah Sungai. Ia bahkan menyebut sekitar 95 persen pekerjaan galian sungai, mulai dari saluran besar hingga kecil, dikerjakan melalui dukungan pemerintah pusat.
"Saya sebagai kepala daerah sebenarnya merasa tidak enak karena terlalu sering meminta bantuan. Tetapi kondisi kemampuan keuangan daerah memang belum memungkinkan untuk menangani semuanya sendiri. Karena itu kami memberanikan diri menyampaikan aspirasi masyarakat agar mendapat perhatian dari Balai Wilayah Sungai," ungkapnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus terjalin sehingga persoalan pendangkalan saluran air yang telah lama dikeluhkan masyarakat dapat segera ditangani demi mengurangi risiko banjir sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian dan perkebunan warga. (Tim Liputan)
Editor : Aan