KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Forum Rektor Indonesia (FRI) resmi memasuki kepengurusan baru periode 2025–2026 setelah dikukuhkan di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Lantai 2. Pengukuhan dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang menegaskan bahwa FRI memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi antarperguruan tinggi dalam mendukung transformasi ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia.Rektor Untan Nahkodai Forum Rektor Indonesia 2025–2026, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Pembangunan Nasional
Kepercayaan memimpin FRI periode 2025–2026 diemban oleh Rektor Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Garuda Wiko, S.H., M.Si. Garuda menegaskan bahwa Forum Rektor Indonesia akan terus memperkuat fungsi sebagai ruang kolaborasi antarperguruan tinggi untuk menghasilkan gagasan, rekomendasi, serta solusi strategis bagi pembangunan nasional.
”Tantangan bangsa yang semakin kompleks saat ini membutuhkan kontribusi nyata dari kalangan akademisi melalui sinergi lintas disiplin ilmu dan lintas perguruan tinggi.” kata Garuda.
Garuda Wiko menjelaskan, kepengurusan FRI periode 2025–2026 akan memfokuskan berbagai program kolaboratif pada sektor-sektor strategis, meliputi ketahanan pangan, kesehatan, energi, hilirisasi industri, digitalisasi, material maju, kemaritiman, hingga pertahanan. Berbagai agenda tersebut akan dijalankan melalui tiga komisi utama dan sejumlah kelompok kerja tematik yang melibatkan para rektor serta akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
"Forum Rektor Indonesia harus menjadi rumah besar bagi seluruh perguruan tinggi untuk berkolaborasi, bukan hanya dalam membangun kualitas pendidikan tinggi, tetapi juga menghadirkan solusi berbasis riset dan inovasi terhadap berbagai persoalan bangsa. Karena itu, kami akan memperkuat sinergi antarperguruan tinggi melalui program-program strategis yang fokus pada pangan, kesehatan, energi, digitalisasi, hilirisasi industri, material maju, maritim, hingga pertahanan. Kami ingin FRI menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan." Terangnya.
Melalui kepengurusan baru ini, Garuda berharap Forum Rektor Indonesia mampu menghadirkan kolaborasi yang lebih konkret dan berkelanjutan sehingga kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional semakin nyata, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan global berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi.
”FRI tidak hanya berfungsi sebagai forum komunikasi antarrektor, tetapi juga diarahkan menjadi supporting system bagi penyusunan kebijakan pendidikan tinggi nasional. Selain menjadi platform dialog antara pemerintah dan perguruan tinggi, FRI juga akan memperkuat kolaborasi riset, mendorong lahirnya inovasi yang berdampak bagi masyarakat, serta meningkatkan standar akademik agar perguruan tinggi Indonesia semakin kompetitif di tingkat global.” pungkasnya. (tim liputan)
Editor : Aan