KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kubu Raya periode 2026–2031 yang digelar di Ruang Rapat Bupati Kubu Raya, Selasa (7/7/2026), menjadi komitmen bersama pemerintah daerah dan tokoh agama untuk memperkuat persatuan, toleransi, serta stabilitas sosial di Kabupaten Kubu Raya.Pemerintah Kubu Raya Perkuat Peran FKUB dalam Menjaga Toleransi Antarumat Beragama
Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, S.E., M.Sos., menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan FKUB sebagai mitra strategis dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Menurut Sujiwo, pembangunan tidak akan berjalan optimal tanpa adanya persatuan dan kerukunan. Karena itu, pemerintah akan terus mendukung program-program FKUB, termasuk penyediaan sarana pendukung dan operasional organisasi.
Ketua FKUB Kabupaten Kubu Raya Ustaz Sudi mengatakan kepengurusan yang baru akan mengedepankan komunikasi, dialog, serta penyelesaian persoalan melalui musyawarah. Ia menegaskan FKUB hadir untuk seluruh umat beragama tanpa membedakan latar belakang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya, Dr. M. H. Ekhsan, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa penguatan moderasi beragama membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Menurutnya, penyuluh agama yang tersebar di berbagai kecamatan menjadi ujung tombak dalam membangun komunikasi dan menjaga kerukunan hingga tingkat desa.
Ia berharap FKUB Kabupaten Kubu Raya mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan toleran.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kubu Raya, Drs. Amini Maros, M.Si., menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan FKUB telah mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Agama dengan menyesuaikan komposisi jumlah pemeluk agama di Kabupaten Kubu Raya.
Melalui kepengurusan baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap FKUB semakin aktif melakukan pembinaan, edukasi, mediasi, serta memperkuat dialog lintas agama sehingga persatuan dan kerukunan masyarakat tetap terjaga sebagai modal utama pembangunan daerah. (tim liputan)
Editor : Aan