Pameran Flora Fauna Gerakkan Ekonomi Lokal

Editor: Redaksi author photo

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menanam pohon di halaman Kolam Renang Ampera.

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)
– Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendorong pameran flora dan fauna sebagai sarana promosi kekayaan hayati Kalimantan Barat sekaligus penggerak ekonomi lokal, terutama saat musim panen buah. Ia menyebut, Kalbar kaya akan tanaman hias, produksi, dan buah lokal seperti rambutan, manggis, langsat, dan durian. Potensi ini perlu diperkenalkan melalui pameran agar semakin dikenal. Agendanya berlangsung di halaman Kolam Renang Ampera, 15-20 Juli 2026.


Menurut Edi, pameran juga memberi ruang bagi petani, pelaku usaha, komunitas, dan UMKM untuk memperluas pasar. Pontianak sebagai ibu kota provinsi dinilai berperan penting dalam mempromosikan kekayaan tersebut. Pameran turut diramaikan aneka buah, kegiatan komunitas hingga kontes durian.


“Pontianak ini sedang dibanjiri buah-buahan khas Kalimantan Barat. Rambutannya, manggisnya, langsatnya, bahkan duriannya, ini sangat luar biasa,” ujarnya usai membuka acara, Rabu (15/7/2026).


Pameran semacam ini dapat mempertemukan pelaku usaha, pehobi, komunitas, dan masyarakat dalam satu ruang yang produktif. Selain buah-buahan, Pontianak juga memiliki potensi tanaman hias dan tanaman produktif yang masih bisa dikembangkan. Meski lahan di perkotaan semakin terbatas, ruang-ruang kosong dan tidak produktif tetap dapat dimanfaatkan untuk penghijauan dan budidaya tanaman.


“Lahan-lahan kosong yang tidak produktif harus kita hijaukan,” ucapnya.


Edi juga menekankan pentingnya menjaga pohon dan ruang hijau kota. Ia mengaku memiliki hobi menanam pohon sejak lama, dan melihat penghijauan sebagai bagian penting dari wajah Pontianak yang asri dan nyaman.


“Karena saya juga hobinya menanam pohon. Hasilnya yang kita lihat sekarang, Kota Pontianak alhamdulillah hijau,” katanya.


Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menebang pohon sembarangan. Jika penebangan harus dilakukan karena alasan tertentu, seperti akses jalan atau kebutuhan pembangunan, maka harus ada penggantian bibit pohon dalam jumlah memadai.


“Kalaupun diizinkan, mereka harus mengganti minimal 50 sampai 100 bibit pohon pengganti,” tegasnya.


Edi berharap pameran flora fauna dapat menjadi agenda tetap tahunan Kota Pontianak. Bahkan, jika antusiasme masyarakat tinggi, kegiatan tersebut dapat digelar lebih dari satu kali dalam setahun.


“Insya Allah ini akan menjadi agenda tetap tahunan, bahkan kalau bisa setahun lebih dari satu kali,” ungkapnya.


Ia mengajak masyarakat untuk semakin mencintai flora dan fauna, sekaligus memanfaatkan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan. Menurutnya, menjaga kekayaan hayati tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat memperkuat ekonomi masyarakat.


“Mari kita galakkan cinta flora dan fauna untuk keberlangsungan kehidupan alam yang lestari,” pungkasnya. ( *prokopim* )

Share:
Komentar

Berita Terkini