KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 22 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Barat selama periode 2 Juli 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan sebaran hotspot terbanyak.Ketapang Jadi Wilayah Terbanyak Titik Panas di Kalbar, BMKG Deteksi 22 Hotspot
Berdasarkan data Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio BMKG, Ketapang mencatat 14 titik panas, terdiri atas 11 titik dengan tingkat kepercayaan menengah dan 3 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Temuan ini menjadikan Ketapang sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian serius terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Selain Ketapang, BMKG juga mendeteksi 3 titik panas di Kabupaten Kubu Raya dan masing-masing 1 titik panas di Sanggau, Sintang, Bengkayang, Landak, dan Melawi. Sementara kabupaten/kota lainnya, seperti Sambas, Mempawah, Kapuas Hulu, Sekadau, Kayong Utara, Pontianak, dan Singkawang, tidak terdeteksi adanya hotspot.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 19 hotspot dengan tingkat kepercayaan menengah dan 3 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, sehingga total terdapat 22 titik panas di Kalimantan Barat.
BMKG menjelaskan, deteksi hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit NOAA-20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Titik panas merupakan indikasi adanya suhu permukaan yang lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya dan dapat menjadi indikasi awal terjadinya kebakaran hutan maupun lahan, meski masih memerlukan verifikasi di lapangan.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki konsentrasi hotspot tinggi, guna mencegah terjadinya karhutla selama musim kemarau. (Tim Liputan)
Editor : Aan