| Kesbangpol Sekadau Gelar Pembinaan FKDM, Bahas Penguatan Deteksi Dini Konflik Sosial |
Kegiatan yang mengusung tema "Sinergitas Peningkatan Kewaspadaan Dini Masyarakat Tingkat Kabupaten" tersebut dihadiri Kepala Kesbangpol Sekadau Apeng Petrus, S.STP, jajaran Kesbangpol, pengurus FKDM, perwakilan Kementerian Agama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pendidikan, tokoh pemuda.
Kepala Kesbangpol Sekadau, Apeng Petrus, mengatakan rapat tersebut bertujuan mengaktifkan kembali peran FKDM yang selama beberapa tahun terakhir kurang berjalan optimal.
"FKDM merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mengantisipasi berbagai potensi konflik di tengah masyarakat. Anggota FKDM berasal dari tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kedekatan dengan lingkungan masing-masing sehingga diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam deteksi dini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Kab Sekadau, Darsono, S.Th, menjelaskan bahwa FKDM memiliki fungsi menghimpun informasi dari masyarakat terkait potensi ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan (AGHT), melakukan koordinasi dengan instansi terkait, serta memberikan rekomendasi kepada kepala daerah sebagai langkah pencegahan konflik sosial.
"FKDM berfungsi sebagai mata dan telinga pemerintah daerah dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan maupun konflik horizontal sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih awal," jelasnya.
Ketua FKDM Kabupaten Sekadau, Pendeta Martin Jasmin, S.Th, mengapresiasi perhatian Kesbangpol terhadap keberlangsungan organisasi tersebut. Ia mengakui kepengurusan saat ini belum berjalan maksimal karena keterbatasan waktu pengurus.
Martin juga mengusulkan agar dilakukan penyegaran kepengurusan sehingga FKDM dapat dipimpin oleh figur yang memiliki waktu dan komitmen lebih untuk menjalankan roda organisasi.
Dalam sesi dialog, sejumlah peserta menyampaikan berbagai masukan. Ketua FKUB Kabupaten Sekadau, Paulus Lion, BA, berharap FKDM ke depan lebih aktif memantau perkembangan situasi di masyarakat. Tokoh Pendidikan Sumardi mengusulkan agar hasil rapat dituangkan dalam rekomendasi kepada Bupati, baik terkait penyusunan kepengurusan baru maupun berbagai persoalan sosial yang berkembang.
Tokoh Adat Akim DS menegaskan FKDM tidak hanya menjadi kepanjangan tangan pemerintah, tetapi juga mampu menyampaikan aspirasi masyarakat secara objektif kepada pemerintah daerah. Sementara itu, Drs. Nico Bohot menyoroti pentingnya pendekatan kepada masyarakat adat dalam menjaga stabilitas sosial.
Rapat menyepakati hasil pembahasan akan dilaporkan kepada Bupati Sekadau sebagai pembina utama FKDM untuk menjadi bahan pertimbangan dalam evaluasi dan penyusunan kembali struktur kepengurusan FKDM Kabupaten Sekadau.(Al)
Editor : Aan