Karhutla Meluas hingga Puluhan Hektare, Bupati Sujiwo: "Kami Tidak Akan Menyerah, Ini Dibakar Bukan Terbakar"

Editor: Redaksi author photo

 Karhutla Meluas hingga Puluhan Hektare, Bupati Sujiwo: "Kami Tidak Akan Menyerah, Ini Dibakar Bukan Terbakar"
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tidak akan menyerah dalam upaya mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus meluas di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya. Ia menegaskan seluruh tim gabungan akan terus bekerja hingga api berhasil dipadamkan.

Menurut Sujiwo, dibandingkan beberapa hari sebelumnya, kebakaran kali ini merupakan yang paling besar dan paling sulit dikendalikan. Kondisi cuaca yang telah berlangsung lebih dari dua pekan tanpa hujan membuat lahan gambut mengering, sehingga api dengan cepat merambat hingga diperkirakan telah membakar puluhan hektare.

"Ini yang paling dahsyat. Teman-teman tidak boleh menyerah, tidak boleh berpasrah. Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin memadamkan api," ujar Sujiwo saat meninjau lokasi kebakaran.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Kubu Raya telah mengerahkan tim pemadam, mobil tangki air, serta mendatangkan alat berat guna menggali sumber air di sekitar lokasi. Namun, embung yang sebelumnya dibuat kini ikut mengering akibat kemarau panjang.

Selain itu, Sujiwo berharap bantuan water bombing dari BNPB dan BPBD Provinsi Kalimantan Barat segera dapat dikerahkan, mengingat masih banyak titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Di sisi lain, Sujiwo kembali menegaskan dugaannya bahwa kebakaran tersebut bukan terjadi secara alami. Ia meyakini ada unsur kesengajaan dan meminta aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut.

"Saya yakin ini dibakar, bukan terbakar. Karena itu saya sudah berkomunikasi dengan Pak Kapolres agar segera dilakukan penyelidikan dan penindakan tegas terhadap siapa pun yang sengaja membakar lahan," tegasnya.

Sujiwo juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas penerbangan di sekitar Bandara Supadio, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang besar bagi daerah. (tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini