Bupati Sujiwo: Dana Desa Dipangkas, Kepala Desa Jangan Kehilangan Semangat

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo: Dana Desa Dipangkas, Kepala Desa Jangan Kehilangan Semangat

KALBARNEWS.CO.ID
(
KUBU RAYA)  – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengajak seluruh kepala desa di Kabupaten Kubu Raya untuk tetap optimistis dan terus berinovasi meski menghadapi pengurangan anggaran dana desa. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membangun dan melayani masyarakat.

Hal itu disampaikan Sujiwo saat menerima Camat Sungai Kakap, Kepala Desa Jeruju Besar, dan jajaran di ruang kerjanya, Selasa (7/7/2026). Pertemuan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Desa Jeruju Besar yang berhasil meraih Juara I Lomba Desa Tingkat Provinsi Kalimantan Barat setelah sebelumnya menjadi Juara I tingkat Kabupaten Kubu Raya.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Desa Jeruju Besar, jajaran pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang telah mengharumkan nama Kubu Raya di tingkat provinsi. Ini prestasi yang patut dibanggakan dan menjadi motivasi bagi desa-desa lainnya," ujar Sujiwo.

Di balik apresiasi tersebut, Sujiwo mengakui kondisi keuangan saat ini cukup berat. Pengurangan dana desa dan pemangkasan anggaran daerah membuat ruang fiskal semakin terbatas. Namun, ia menegaskan bahwa situasi tersebut justru harus menjadi pemicu lahirnya kreativitas dan semangat baru.

"Saya tahu dana desa berkurang cukup besar sehingga banyak desa hanya mampu membiayai operasional dan honor perangkat. Tapi jangan sampai kehilangan semangat. Justru kondisi ini harus menjadi pemicu untuk berpikir lebih kreatif dan terus bergerak membangun desa," tegasnya.

Sujiwo menilai pemerintah daerah juga menghadapi tantangan serupa setelah anggaran Kabupaten Kubu Raya dipangkas hingga ratusan miliar rupiah. Meski demikian, ia memilih menjadikan kondisi tersebut sebagai motivasi untuk terus mencari solusi melalui komunikasi dengan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta berbagai kementerian.

"Saya selalu berpikir positif. Kalau anggaran dipangkas, berarti kita dituntut bekerja lebih cerdas. Kita harus memeras otak agar program pembangunan tetap berjalan. Dengan ikhtiar, komunikasi, dan doa masyarakat, insyaallah kita bisa melewati semua tantangan ini," katanya.

Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kubu Raya memberikan penghargaan yang besar kepada desa-desa berprestasi. Tahun ini, total hadiah Lomba Desa Tingkat Kabupaten mencapai Rp500 juta, dengan Juara I memperoleh Rp150 juta.

Menurutnya, hadiah tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi stimulus agar desa-desa semakin bersemangat melakukan pembenahan di berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, penataan lingkungan, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat.

"Saya tidak ragu memberikan hadiah besar karena uang itu kembali lagi ke desa. Minimal 50 persen digunakan untuk pembangunan infrastruktur sesuai hasil musyawarah desa. Sisanya dapat dimanfaatkan untuk mendukung program PKK, kelembagaan desa, dan kegiatan pemberdayaan lainnya," jelasnya.

Sujiwo berharap hadiah tersebut mampu memicu lahirnya inovasi di seluruh desa di Kubu Raya.

"Dengan hadiah yang besar, saya ingin desa-desa berlomba menjadi yang terbaik. Semangat gotong royong tumbuh, lingkungan semakin tertata, pelayanan semakin baik, dan pembangunan desa semakin maju. Ke depan, saya bahkan tidak ragu jika hadiah lomba desa dibuat lebih besar lagi," ungkapnya.

Mengakhiri pernyataannya, Sujiwo memastikan akan mengundang seluruh kepala desa untuk berdiskusi bersama guna memperkuat semangat pembangunan desa di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.

"Saya ingin seluruh kepala desa kembali bersemangat. Jangan pernah puas dengan capaian hari ini. Mari kita bangun desa-desa di Kubu Raya agar semakin maju, mandiri, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini