Sekda Sintang Targetkan Realisasi APBD 2026 di Atas 90 Persen, PAD Didorong Tembus Rp200 Miliar

Editor: Redaksi author photo

Sekda Sintang Targetkan Realisasi APBD 2026 di Atas 90 Persen, PAD Didorong Tembus Rp200 Miliar
KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) – Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Kartiyus, menargetkan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang Tahun 2026 dapat mencapai lebih dari 90 persen. Target tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada kegiatan Verifikasi Akhir Rancangan Rencana Kerja (Renja) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2027 di Aula Bappeda Sintang, Senin (15/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Bappeda Kabupaten Sintang itu dibuka oleh Bupati Sintang dan dihadiri seluruh kepala OPD serta jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang.

Dalam arahannya, Kartiyus mengingatkan agar rendahnya realisasi anggaran yang terjadi pada tahun 2024 dan 2025 tidak kembali terulang.

"Realisasi APBD Tahun 2026 harus berada di atas 90 persen. Kita tidak boleh mengulangi kondisi pada tahun 2024 dan 2025 yang tingkat realisasi anggarannya masih rendah. Perencanaan yang baik harus diikuti dengan pelaksanaan yang optimal," tegas Kartiyus.

Ia menjelaskan, pada tahun 2027 Pemerintah Kabupaten Sintang masih harus memenuhi berbagai ketentuan belanja wajib (mandatory spending), seperti alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen, dana desa minimal 10 persen, serta belanja infrastruktur sebesar 40 persen dari APBD. Sementara itu, belanja pegawai yang saat ini masih berada di kisaran 39 persen harus ditekan secara bertahap agar sesuai ketentuan maksimal 30 persen.

"Belanja pegawai kita saat ini masih sekitar 39 persen. Ini menjadi tantangan yang harus kita selesaikan secara bertahap agar dapat memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan," ujarnya.

Kartiyus juga menyoroti dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat terhadap kemampuan fiskal daerah. Menurutnya, pada tahun 2026 sekitar Rp388 miliar anggaran Kabupaten Sintang terdampak kebijakan tersebut.

"Semoga pada tahun 2027 tidak ada lagi kebijakan efisiensi anggaran yang terlalu besar sehingga ruang fiskal daerah dapat lebih leluasa untuk membiayai program pembangunan," harapnya.

Selain itu, ia meminta sejumlah proyek pembangunan yang sedang berjalan dapat dituntaskan pada tahun 2027, termasuk pembangunan Kantor Dinas Perhubungan dan Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang. Menurutnya, masih terdapat beberapa OPD baru yang belum memiliki kantor definitif serta sejumlah kantor kecamatan yang memerlukan rehabilitasi.

"Kita ingin pembangunan kantor Dinas Perhubungan dan Dinas Kominfo dapat diselesaikan pada tahun 2027. Selain itu, masih ada OPD baru yang belum memiliki kantor dan beberapa kantor camat yang perlu direhabilitasi untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Kepada 14 OPD yang memiliki potensi menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Kartiyus meminta agar terus menggali sumber-sumber pendapatan baru. Ia berharap PAD Kabupaten Sintang dapat menembus angka Rp200 miliar dalam dua tahun mendatang.

"Saya mendorong seluruh OPD penghasil PAD untuk semakin semangat meningkatkan potensi pendapatan daerah. Semakin besar PAD yang diperoleh, semakin besar pula kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Kita berharap PAD Kabupaten Sintang pada tahun 2026 maupun 2027 dapat menembus angka di atas Rp200 miliar," ujarnya.

Menutup arahannya, Kartiyus meminta seluruh perangkat daerah menyusun rencana kerja yang realistis, terukur, dan selaras dengan visi serta misi Bupati dan Wakil Bupati Sintang.

"Susunlah rencana kerja yang benar-benar berkualitas, sesuai kebutuhan masyarakat, serta mampu mendukung pencapaian visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Sintang untuk mewujudkan pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera," pesannya. (Tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini