![]() |
| Purbaya Tepis Isu Resign Jadi Menkeu |
KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) -
Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti isu mundurnya Menteri
Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa dari kursi jabatannya.
Meredam narasi yang kian melebar
di jagat maya, Purbaya kini telah membantah tegas isu tersebut.
"Saya diisukan mundur?
Enggak, malah maju," kata Purbaya dalam konferensi pers di Kantor
Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, pada Jumat, 5 Juni 2026.
Purbaya lantas berdiri dari
kursinya, lalu mencontohkan maksud dari ucapannya dengan berjalan maju.
"Saya enggak tahu isunya
dari mana itu, tapi saya itu enggak suka mundur, malah sukanya maju,"
tegasnya sambil tertawa.
Istana Bantah Isu Pergantian
Menkeu
Sebelumnya, pihak Istana telah
membantah adanya isu pergantian Purbaya dengan Chatib Basri yang merupakan
Mantan Menkeu periode 2013-2014.
Selain Chatib, beredar pula
narasi terkait sosok Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin yang juga
ikut diisukan menggantikan Purbaya di kursi Menkeu.
Menteri Sekretaris Negara
(Mensesneg), Prasetyo Hadi kemudian membantah adanya pengajuan pengunduran diri
atau resign dari Menkeu Purbaya.
"Loh, dari mana itu? Nggak
ada, ngga ada," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada
Kamis, 4 Juni 2026.
Prasetyo juga menegaskan, belum
ada rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat.
"Reshuffle? belum ada, belum
ada reshuffle," tegasnya.
Menilik ke belakang, Menkeu
Purbaya sejatinya pernah didesak mundur oleh massa mahasiswa dari Universitas
Indonesia (UI).
Tuntutan itu diutarakan massa
mahasiswa dalam aksi damai di depan Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan,
Jakarta, pada Selasa, 9 September 2025.
Purbaya Pernah Didesak Mundur
Dalam aksinya, massa mahasiswa UI
itu menuntut agar DPR RI segera memenuhi tuntutan rakyat 17+8 yang sebagian
poinnya sudah jatuh tempo sejak 5 September 2025.
Para mahasiswa juga menyoroti
pernyataan kontroversial dari Purbaya sebagai menteri keuangan yang baru
dilantik, menggantikan Sri Mulyani.
Bagi yang belum tahu, Purbaya
sempat menilai tuntutan tersebut hanya berasal dari sebagian kecil rakyat yang
merasa hidupnya terganggu.
"Saya belum mempelajari itu,
saya basically begini, itu kan suara sebagian rakyat kecil kita," kata
Menkeu Purbaya pada 8 September 2025.
Kembali soal tuntutan mahasiswa
terhadap Menkeu Purbaya kala itu, mereka menilai komentar sang menteri telah
mengecewakan masyarakat.
Kepala Kajian Strategis BEM UI,
Diallo Hujanbiru, menegaskan tuntutan masyarakat tidak muncul tanpa alasan,
melainkan karena kondisi pemerintah yang dinilai bobrok.
"Baru 1 hari dia (Purbaya)
menjabat sebagai menteri dia sudah langsung menyatakan pernyataan yang luar
biasanya mengecewakan," kata Diallo saat aksi tersebut.
Terlepas dari kasus tersebut,
narasi kemunduran Menkeu Purbaya hingga kini masih menjadi perbincangan
sebagian kalangan, di tengah gejolak pasar keuangan domestik.
Terlebih, dalam beberapa hari
terakhir, nilai tukar Rupiah terus tertekan hingga menembus ke atas level
Rp18.000 per Dolar AS, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai
tengah mengalami pelemahan tajam.* (Sumber : Jaringan Promedia).
Editor : Heri
