![]() |
| Pelatihan Ahli Teknik Jalan 2026 Resmi Dibuka |
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Upaya
meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor konstruksi terus
dilakukan. Hal itu ditandai dengan dibukanya Pelatihan Ahli Teknik Jalan Tahun
2026 yang diselenggarakan melalui kolaborasi antara LSP Gatensi Karya
Konstruksi dan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Grand Tulip,
Pontianak pada hari Senin (8/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama
empat hari, mulai 8 hingga 11 Juni 2026 tersebut dibuka secara resmi oleh
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat, Iskandar Zulkarnain. Pelatihan ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam
mencetak tenaga ahli jalan yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional,
baik dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, maupun pengawasan pekerjaan
konstruksi jalan.
Dalam sambutannya, Iskandar
Zulkarnain menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu
fokus utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di bawah kepemimpinan Ria
Norsan. Untuk mempercepat pembangunan dan pemeliharaan jalan, pemerintah telah
mengaktifkan kembali Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) yang terbagi
dalam empat wilayah kerja.
Menurutnya, keberadaan
infrastruktur jalan yang berkualitas memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan
ekonomi daerah, pemerataan pembangunan, serta peningkatan konektivitas
antarwilayah di Kalimantan Barat.
“Kompleksitas pekerjaan jalan
saat ini menuntut tersedianya tenaga ahli yang tidak hanya memahami aspek
teknis, tetapi juga menguasai regulasi, teknologi konstruksi, manajemen risiko,
keselamatan kerja, hingga prinsip keberlanjutan. Kami berharap para peserta
dapat menjadi tenaga profesional yang tidak hanya mampu membangun jalan, tetapi
juga menjaga kualitas dan keberlanjutannya,” ujar Iskandar.
Sementara itu, Ketua Panitia
Pelaksana, M. Yodha Muhdiya, melaporkan bahwa pelatihan diikuti oleh 40 peserta
yang berasal dari berbagai latar belakang profesi di bidang konstruksi.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kebutuhan akan peningkatan kompetensi
di sektor infrastruktur yang terus berkembang.
Salah satu materi unggulan dalam
pelatihan ini disampaikan oleh RM Rustamaji dengan tema Pelaksanaan Pekerjaan
Perencanaan Dinding Penahan Tanah dan Dinding Pelindung Lereng.
Materi tersebut dinilai sangat
relevan mengingat kondisi geografis Kalimantan Barat yang memiliki tantangan
tersendiri dalam pembangunan jalan, terutama pada kawasan rawan longsor dan
daerah dengan karakteristik tanah tertentu.
Melalui pelatihan ini, diharapkan
lahir tenaga ahli teknik jalan yang semakin kompeten, profesional, dan adaptif
terhadap perkembangan teknologi konstruksi. Dengan demikian, pembangunan
infrastruktur jalan di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih efektif,
berkualitas, dan berkelanjutan demi mendukung kemajuan daerah serta
meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (tim liputan).
Editor : Heri
