Komisi IV DPRD Kalbar Dorong Penguatan Kapasitas Relawan Damkar Hadapi Karhutla

Editor: Redaksi author photo
Komisi IV DPRD Kalbar Dorong Penguatan Kapasitas Relawan Damkar Hadapi Karhutla

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Komisi IV DPRD Kalimantan Barat mendorong penguatan kapasitas relawan pemadam kebakaran (Damkar) serta peningkatan kolaborasi lintas lembaga dalam upaya penanggulangan kebakaran dan bencana di Kalimantan Barat.

 

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi antara Komisi IV DPRD Kalbar, Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar yang berlangsung di Ruang Rapat Meranti DPRD Kalbar pada hari Jumat (5/6/2026).

 

Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan unsur relawan dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan, mulai dari kebakaran permukiman, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), hingga bencana alam lainnya yang kerap terjadi di Kalimantan Barat.

 

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalbar, Oktavius, menegaskan bahwa keberadaan relawan pemadam kebakaran selama ini telah menjadi bagian penting dalam mendukung tugas pemerintah, khususnya dalam penanganan kebakaran yang membutuhkan kecepatan respons dan koordinasi yang baik.

 

"Kita sangat mengapresiasi para relawan pemadam kebakaran yang terhimpun di Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalbar ini dalam membantu pemerintah menangani kebakaran permukiman maupun kebakaran hutan dan lahan. Peran mereka sangat penting dan perlu terus diperkuat melalui pembinaan dan peningkatan kapasitas," ujar Oktavius.

 

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan kebakaran tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan relawan yang selama ini menjadi garda terdepan di lapangan.

 

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalimantan Barat, Ronny Kasimin, memaparkan sejumlah program strategis yang tengah disiapkan asosiasi, termasuk rencana pendidikan dan pelatihan relawan pemadam kebakaran pada tahun 2027.

 

Ronny menilai profesionalisme relawan harus terus ditingkatkan melalui pembekalan pengetahuan, keterampilan teknis, pemahaman prosedur keselamatan, hingga kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi darurat yang semakin kompleks.

 

"Program edukasi dan pelatihan ini sangat penting untuk membekali relawan pemadam kebakaran di Kalimantan Barat agar pelaksanaan tugas penanggulangan kebakaran dapat dilakukan secara lebih profesional, aman, dan efektif," katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa pelatihan tersebut direncanakan melibatkan kementerian terkait, pemerintah daerah, BPBD, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna menciptakan standar kompetensi yang lebih baik bagi para relawan.

 

Menurut Ronny, tantangan penanganan Karhutla dan berbagai bencana lainnya saat ini membutuhkan pola kerja yang semakin terintegrasi antara relawan, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta instansi teknis terkait.

 

"Kami siap mendukung pemerintah dalam penanganan Karhutla maupun berbagai bencana lainnya. Relawan pemadam kebakaran berharap dapat menjadi bagian yang terintegrasi dalam sistem penanggulangan bencana daerah sehingga peran kami bisa lebih optimal," ujarnya.

 

Ia juga berharap DPRD Kalbar dan pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan relawan, baik dari sisi pembinaan organisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun dukungan sarana dan operasional yang diperlukan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

 

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris BPBD Kalbar, Supriyono, menyampaikan bahwa pihaknya memandang Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalbar sebagai mitra strategis dalam memperkuat sistem kebencanaan daerah.

 

Menurutnya, kehadiran sejumlah pejabat teknis BPBD dalam audiensi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat dengan unsur relawan.

 

"Pada prinsipnya BPBD Kalbar mendukung berbagai usulan yang disampaikan oleh Asosiasi Pemadam Kebakaran Kalbar. Namun beberapa hal tentu perlu disesuaikan dengan regulasi dan nomenklatur yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat," jelas Supriyono.

 

Ia menambahkan bahwa koordinasi penanggulangan bencana terus dilakukan, baik pada tahap kesiapsiagaan maupun saat tanggap darurat. Hingga saat ini, tujuh kabupaten di Kalimantan Barat telah menetapkan status siaga darurat Karhutla sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau.

 

Terkait kondisi cuaca tahun 2026, Supriyono menilai situasi relatif lebih baik dibandingkan tahun 2019 yang menjadi salah satu periode terberat dalam penanganan Karhutla di Kalimantan Barat.

 

"Kondisi saat ini relatif lebih baik karena adanya kemarau basah. Pola cuaca yang bergantian antara periode panas dan hujan menjadi faktor yang membantu mengurangi risiko kebakaran yang lebih besar sebagaimana telah diprediksi oleh BMKG," ungkapnya.

 

Audiensi tersebut menghasilkan kesamaan pandangan bahwa penguatan kapasitas relawan, peningkatan koordinasi lintas lembaga, serta pembangunan sistem penanggulangan bencana yang partisipatif merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kesiapsiagaan daerah yang lebih tangguh dalam menghadapi ancaman kebakaran maupun berbagai bencana lainnya di Kalimantan Barat.

 

Melalui kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, DPRD, BPBD, dan relawan pemadam kebakaran, diharapkan upaya mitigasi, pencegahan, dan penanganan bencana di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih efektif demi melindungi masyarakat dan lingkungan dari berbagai risiko kebencanaan. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini