![]() |
| Ketua Umum Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB), Dr. Purwanto |
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) –
Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB) kembali menggelar Tradisi Grebeg Suro
2026, sebuah pesta rakyat dan perayaan budaya tahunan masyarakat Jawa dalam
rangka menyambut Tahun Baru Islam atau 1 Suro (1 Muharram) dalam kalender Jawa.
Tradisi yang sarat makna
spiritual dan budaya ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
sekaligus penghormatan kepada para leluhur yang telah mewariskan nilai-nilai
budaya Jawa dari generasi ke generasi.
Ketua Umum Paguyuban Jawa
Kalimantan Barat (PJKB), Dr. Purwanto, mengatakan pelaksanaan Grebeg Suro tahun
ini akan berlangsung lebih meriah karena digelar serentak oleh pengurus daerah
di sejumlah wilayah, mulai dari Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Kubu
Raya, Mempawah, Sanggau, Sintang, Sekadau, Melawi, Sambas, Kapuas Hulu, Bengkayang,
Landak, Kayong Utara hingga Kabupaten Ketapang .
"Melalui Grebeg Suro, kami
ingin menjaga dan melestarikan budaya Jawa sekaligus memperkuat persaudaraan
antarwarga. Tradisi ini bukan hanya milik masyarakat Jawa, tetapi menjadi
bagian dari kekayaan budaya Kalimantan Barat yang harus terus dirawat bersama,"
ujar Dr. Purwanto.
Menurutnya, salah satu agenda
terbesar tahun ini adalah Parade Seribu Blangkon yang akan dipusatkan di Kota
Singkawang pada 20–27 Juli 2026 mendatang. Kegiatan tersebut diperkirakan akan
melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Kalimantan Barat dan luar
daerah.
Selain parade budaya, berbagai
pertunjukan seni tradisional juga akan digelar di masing-masing daerah. Khusus
di Kota Pontianak, masyarakat akan disuguhkan Festival Kuda Lumping dan Pagelaran
Wayang Kulit Semalam Suntuk yang dipusatkan di kawasan Siantan, Pontianak Utara,
pada 20–21 Juli 2026.
Festival tersebut diharapkan
menjadi ajang silaturahmi masyarakat sekaligus media edukasi budaya bagi
generasi muda agar semakin mengenal dan mencintai warisan leluhur.
Sementara itu, Ketua Paguyuban
Jawa Kota Singkawang (PJKS), Sutopo, menyatakan kesiapan pihaknya menjadi tuan
rumah Parade Seribu Blangkon yang diproyeksikan menjadi salah satu agenda
budaya terbesar masyarakat Jawa di Kalimantan Barat.
"Kami siap menyukseskan
Parade Seribu Blangkon sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan kebanggaan
budaya Jawa. Kegiatan ini akan melibatkan berbagai komunitas seni dan budaya
serta masyarakat lintas etnis yang ada di Kota Singkawang," kata Sutopo.
Ia mengungkapkan bahwa
pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota
Singkawang di bawah kepemimpinan Wali Kota Tjhai Chui Mie.
"Kami sangat berterima kasih
atas dukungan penuh dari Ibu Wali Kota Tjhai Chui Mie yang terus mendorong
pelestarian budaya dan keberagaman di Kota Singkawang. Dukungan pemerintah
daerah menjadi energi besar bagi kami untuk menghadirkan perhelatan budaya yang
meriah, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Sutopo optimistis Parade Seribu
Blangkon, Festival Kuda Lumping, serta Wayang Kulit Semalam Suntuk akan menjadi
daya tarik tersendiri yang mampu memperkuat sektor budaya dan pariwisata
daerah.
Dengan rangkaian kegiatan yang
berlangsung di berbagai daerah, Grebeg Suro 2026 diharapkan menjadi momentum
mempererat persatuan, memperkuat identitas budaya, serta menunjukkan bahwa
keberagaman budaya di Kalimantan Barat merupakan kekuatan yang harus terus
dijaga dan dilestarikan bersama. (tim liputan).
Editor : Heri
