KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) – Bupati Sintang Gregorius Herkulanus Bala, secara resmi membuka Gawai Dayak Nasrani I Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung dan Gawai Dayak V Desa Teluk Kelansam dengan memukul gong di Lapangan Sepak Bola Teluk Kelansam, Senin (15/6/2026).Bupati Sintang Resmi Buka Gawai Dayak Nasrani Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung
Pembukaan gawai diawali dengan misa syukur yang berlangsung khidmat. Kegiatan tersebut dihadiri Pastor Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung RD Marselus Agnesius, Kepala Desa Teluk Kelansam Indra, Ketua TP PKK Kabupaten Sintang Ny. Hermina Bala, tokoh masyarakat Welbertus, sejumlah kepala OPD, panitia, serta ratusan umat dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Gregorius Herkulanus Bala mengaku bahagia dapat hadir dan merayakan gawai bersama masyarakat. Ia mengapresiasi Pastor Paroki dan seluruh umat yang telah menggagas pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Saya senang bisa hadir pada gawai ini. Terima kasih kepada pastor dan seluruh umat yang telah memprakarsai kegiatan ini. Kalau niatnya baik, teruskanlah pada tahun-tahun mendatang. Gawai ini menjadi sarana untuk mengukuhkan dan merajut kebersamaan kita sebagai satu keluarga besar," ujar Gregorius.
Menurutnya, pelaksanaan Gawai Dayak Nasrani di Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung memiliki keunikan tersendiri karena wilayah pelayanan paroki tersebut mencakup umat Katolik yang tersebar di enam kecamatan.
Ia menilai tema yang diangkat tahun ini, yakni "Berjalan Bersama Merawat Iman dan Keutuhan Ciptaan", sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tema tersebut mengajak masyarakat untuk terus memperkuat iman, menjaga persaudaraan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
"Melalui tema ini, kita diajak untuk tidak hanya memperkuat iman dan kebersamaan, tetapi juga menjaga keutuhan ciptaan Tuhan dengan merawat lingkungan di sekitar kita," katanya.
Gregorius juga mengingatkan bahwa gawai merupakan bentuk ungkapan syukur atas berbagai berkat yang diterima masyarakat, baik kesehatan, keselamatan, maupun keberhasilan dalam kehidupan sehari-hari.
"Gawai adalah wujud rasa syukur kita kepada Tuhan. Namun saya mengingatkan agar rasa syukur dan perayaan dilakukan sesuai kemampuan. Jangan sampai kita memaksakan diri hanya demi sebuah pesta," pesannya.
Pada kesempatan itu, Bupati Sintang turut mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga dan melestarikan budaya Dayak di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
"Saya bahagia melihat masyarakat masih memiliki semangat untuk menjaga budaya dan adat istiadat. Siapa lagi yang akan menjaganya kalau bukan kita sendiri. Budaya dan tradisi ini adalah identitas serta warisan leluhur yang harus terus dipelihara dan diwariskan kepada generasi muda," tegasnya.
Gregorius berharap pelaksanaan Gawai Dayak Nasrani I Paroki Santo Mikhael Tanjung Baung dan Gawai Dayak V Desa Teluk Kelansam tidak hanya menjadi ajang hiburan dan perayaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat iman, serta menumbuhkan komitmen bersama dalam menjaga persatuan dan melestarikan budaya Dayak di Kabupaten Sintang. (Tim Liputan)
Editor : Aan