Satukan Visi Sempurnakan AD/ART The Iu Sia Buka Rakernas Pertama MABT Indonesia

Editor: Redaksi author photo

Ketua Sidang, Steven Greatness menyerahkan hasil keputusan sidang Rakernas Ke-1 MABT Indonesia kepada Ketua Umum MABT Indonesia, Suyanto Tanjung di Rumah Hakka, Kubu Raya, Sabtu (16/5/2026).
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA)
- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesia sukses menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-1 Tahun 2026 di Rumah Hakka (Tulou), Kubu Raya, 16-17 Mei 2026.


Rakernas dibuka langsung Ketua Dewan Pembina MABT Indonesia, The Iu Sia didampingi Dewan Penasehat Erick S Martio dan Sutadi, Ketua Dewan Pengawas Setiawan Lim, serta Ketua Umum Suyanto Tanjung dan Ketua Panitia, Hamdan dengan memukul gendang secara bersama-sama.


Acara Rakernas juga diikuti seluruh pengurus DPP MABT Indonesia serta Ketua dan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MABT tingkat kabupaten/kota se-Kalimantan Barat serta organisasi sayap binaan MABT Indonesia seperti Generasi Muda Tionghoa Indonesia (GMTI), Himpunan Mahasiswa Tionghoa Indonesia (HMTI), dan Wanita Tionghoa Indonesia (Wati).


Ketua Umum MABT Indonesia, Suyanto Tanjung mengatakan Rakernas pertama ini menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat konsolidasi dan koordinasi, serta menyusun program kerja yang berdampak bagi masyarakat dan menyempurnakan AD/ART organisasi. 


“Rakernas ini merupakan ruang konsolidasi ideologis dan strategis organisasi dalam menyatukan arah perjuangan, memperkuat desain kebijakan, serta membangun tata kelola organisasi yang adaptif, profesional, dan berorientasi jangka panjang,” katanya saat memberi sambutan Rakernas, Sabtu (16/5/2026).


Tanjung menekankan MABT Indonesia harus mampu memposisikan sebagai organisasi kebudayaan yang tidak cukup hanya menjaga nilai dan warisan leluhur, tapi mesti aktif mengambil bagian dalam penguatan kohesi sosial, pembangunan kebangsaan, serta harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.


“(Hadapi) dinamika sosial yang semakin kompleks saat ini, MABT Indonesia dituntut mampu bergerak adaptif, inklusif, dan kolaboratif dengan membangun sinergi strategis bersama pemerintah, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.


Ia juga berharap Rakernas pertama dapat melahirkan  formulasi kebijakan, rekomendasi strategis, serta arah gerak organisasi yang responsif terhadap tantangan zaman tanpa mengesampingkan akar budaya dan nilai kearifan leluhur sebagai identitas organisasi.


“Saya mengajak seluruh peserta Rakernas untuk menjadikan forum ini sebagai ruang dialog intelektual yang produktif, objektif, dan konstruktif dengan mengedepankan kepentingan organisasi serta semangat kolektif di atas kepentingan personal maupun kelompok,” pungkasnya. (sgt)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini