Menjaga Kedaulatan NKRI Hingga Wilayah 3T, Bank Indonesia Laksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Kalimantan Barat 2026

Editor: Redaksi author photo

Menjaga Kedaulatan NKRI Hingga Wilayah 3T, Bank Indonesia Laksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Kalimantan Barat 2026

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)
Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, sebagai wujud nyata komitmen dalam menjaga kedaulatan NKRI melalui penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T).


Sejak tahun 2012 hingga 2025, ERB telah menjangkau 465 pulau melalui 190 kegiatan layanan kas keliling. Pada tahun terakhir yakni Tahun 2025 mencatat capaian 18 kegiatan ERB yang menjangkau 90 pulau dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp154,4 miliar.


Tahun ini, ERB akan menjangkau 97 pulau di 19 provinsi. Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi penyelenggara ERB 2026. Pelaksanaan ERB Kalimantan Barat Tahun 2026 adalah yang ke 4 dan akan dilaksanan pada tanggal 5 s.d 11 Mei 2026 dengan menyasar 5 pulau 3T di Provinsi Kalimantan Barat, yaitu Pulau Karimata, Pulau Maya, Pulau Cempedak, Pulau Pelapis dan Pulau Padang Tikar dengan KRI Karotang 872 yang digunakan dalam mendukung misi ERB Kalimantan Barat 2026. Pelepasan misi ERB Kalimantan Barat 2026 dilakukan pada tanggal 5 Mei 2026 oleh Ricky P. Gozali, (Deputi Gubernur Bank Indonesia), Krisantus Kurniawan, S.IP. M.Si., (Wakil Gubernur Kalimantan Barat, dan Laksamana Muda (Laksda) TNI Sawa, S.E., M.M., CIQaR, (Komandan Kodaeral XII)


Pemilihan Kalimantan Barat sebagai lokasi pelaksanaan ERB salah satunya dilatarbelakangi oleh letak geografis Kalimantan Barat yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Malaysia. Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara wajib dijaga dan dipastikan ketersediaannya khususnya di daerah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil).


Dalam pelaksanaan pengedaran Rupiah, Bank Indonesia (BI) menghadapi sejumlah tantangan: Kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dengan keterbatasan infrastruktur menyebabkan tidak semua wilayah dapat dijangkau secara optimal, khususnya di kawasan terdepan, terluar, dan terpencil (3T). Kawasan 3T merupakan tantangan tersendiri bagi distribusi uang Rupiah layak edar baik melalui jaringan kantor wilayah BI maupun perbankan. 


Diluar faktor geografis, keberagaman tingkat pendidikan masyarakat, juga turut memengaruhi perilaku dalam memperlakukan uang. Banyak uang tidak layak edar ditemukan karena perilaku melipat uang, menstaples, atau membasahi uang. 


Kondisi ini mendorong pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya merawat Rupiah. Selain itu, di kawasan 3T juga dekat dengan wilayah perbatasan RI. Pada wilayah ini, kerap ditemukan mata uang asing selain Rupiah sebagai alat pembayaran di wilayah perbatasan, yang berpotensi mengganggu kedaulatan mata uang nasional.


Untuk menjawab tantangan tersebut, sinergi antara Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut terus diperkuat. 


Kolaborasi ini telah memberikan dampak positif dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI yang salah satunya melalui pemenuhan ketersediaan uang layak edar di seluruh pelosok wilayah Indonesia. 


Tidak hanya itu, sinergi penyelenggaraan ERB ini juga telah mendapatkan penghargaan internasional dalam 11th Annual Central Banking Award tahun 2024 di London. Penyelenggaraan ERB bentuk perwujudan sinergi dan kolaborasi antara 2 (dua) lembaga negara dalam menjaga kedaulatan NKRI.


Selain memberikan dampak nyata terhadap pemenuhan ketersediaan uang Rupiah layak edar di seluruh wilayah Indonesia, dampak positif lainnya dari sinergi ini adalah efisiensi dalam mengurangi emisi gas karbon (Go Green) dalam proses pelaksanaan tugas TNI yang menjalankan operasi patroli di lautan Indonesia dan Bank Indonesia dalam mendistribusikan uang Rupiah ke wilayah 3T di seluruh pelosok kepulauan di Indonesia, TNI AL menjaga kedaulatan dari sisi pertahanan dan militer, Bank Indonesia memastikan kedaulatan ekonomi dan kedaulatan Rupiah sebagai simbol negara. Efisiensi atas pengurangan emisi gas karbon diharapkan juga dapat memberikan dampak pada upaya menjaga kelestarian lingkungan.


Bank Indonesia akan terus memperluas jangkauan pelayanan kas dan memperkuat literasi masyarakat tentang Rupiah melalui sinergi yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun Indonesia Maju, dari kota hingga ke pelosok negeri. (tim Liputan)
Editor : Aan

 


 

Share:
Komentar

Berita Terkini