Hujan Masih Mendominasi Kalbar, BMKG: Waspada Petir di Siang hingga Malam Hari

Editor: Redaksi author photo

 Hujan Masih Mendominasi Kalbar, BMKG: Waspada Petir di Siang hingga Malam Hari
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan cuaca wilayah Kalimantan Barat untuk periode Jumat, 8 Mei 2026 pukul 07.00 WIB hingga Sabtu, 9 Mei 2026 pukul 07.00 WIB. Hasilnya, hujan masih menjadi cuaca dominan di hampir seluruh wilayah Kalbar.

Sejak pagi hari, sejumlah daerah seperti Sambas, Sanggau, Ketapang, Sintang hingga Kapuas Hulu sudah diprediksi mengalami hujan ringan hingga sedang. Memasuki siang hingga sore hari, intensitas hujan meningkat dan di beberapa wilayah berpotensi terjadi hujan lebat disertai petir, terutama di:

  • Sambas dan Ketapang pada siang hari
  • Sintang dan Kapuas Hulu pada sore hingga malam
  • Bengkayang dan Landak dengan potensi hujan yang berlangsung cukup lama

Sementara itu, beberapa wilayah seperti Kubu Raya, Kota Pontianak, dan Singkawang tetap berpotensi hujan sejak pagi, meskipun terdapat jeda cerah berawan pada malam hingga dini hari.

Dari sisi suhu udara, Kalimantan Barat berada pada kisaran 18°C hingga 31°C, dengan kelembaban tinggi mencapai 65% hingga 100%. Kecepatan angin relatif sedang, berkisar antara 8 hingga 19 km/jam, yang dapat memperkuat potensi hujan di sejumlah wilayah.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap:

  • Hujan lebat yang dapat memicu genangan dan banjir lokal
  • Petir yang berisiko terhadap keselamatan saat beraktivitas di luar ruangan
  • Jalan licin dan jarak pandang terbatas bagi pengguna kendaraan

Meski pada malam hingga dini hari beberapa daerah mulai menunjukkan kondisi berawan hingga cerah berawan, namun hujan masih berpotensi kembali terjadi pada pagi hari berikutnya.

Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu ini, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi terbaru dari BMKG dan mempersiapkan diri menghadapi potensi cuaca ekstrem

Share:
Komentar

Berita Terkini