KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Bupati Kubu Raya Sujiwo angkat bicara terkait viralnya dugaan keterlibatan oknum Aviation Security (Avsec) Bandara Supadio Pontianak dalam kasus penyelundupan cairan mengandung etomidate dengan imbalan uang sebesar Rp24 juta.Bupati Sujiwo Soroti Dugaan Keterlibatan Oknum Avsec Bandara Supadio dalam Kasus Etomidate
Menurut Sujiwo, apabila dugaan tersebut terbukti secara hukum, maka oknum yang terlibat harus mendapatkan hukuman yang setimpal karena telah mencoreng tugas dan tanggung jawab sebagai petugas keamanan bandara.
“Kalau memang itu dapat dibuktikan secara hukum, oknum tersebut harus mendapatkan ganjaran yang setimpal. Artinya mereka sudah tidak melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik,” tegas Sujiwo saat dimintai tanggapan, Jumat (29/5/2026).
Ia menilai kasus tersebut sangat memalukan karena melibatkan aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengawasan keamanan dan keselamatan penerbangan.
“Ini sangat memalukan. Harusnya sebagai abdi negara menjaga keamanan, tetapi justru melakukan hal seperti ini hanya karena uang,” ujarnya.
Sujiwo juga meminta agar kasus tersebut dikembangkan lebih jauh untuk mengungkap kemungkinan adanya praktik penyelundupan lain yang melibatkan oknum di lingkungan bandara.
“Jangan sampai bukan hanya narkoba, tetapi ada penyelundupan barang-barang terlarang lainnya yang juga melibatkan oknum seperti ini,” katanya.
Meski menegaskan kasus tersebut bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah, Sujiwo mengaku tetap memberikan perhatian serius karena Bandara Supadio berada di wilayah Kabupaten Kubu Raya.
“Bandara ada di Kabupaten Kubu Raya, jadi saya harus memberikan atensi. Walaupun ini bukan kewenangan saya, tetapi sebagai masyarakat saya berharap oknum ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.
Ia juga mendorong pihak terkait, termasuk pengelola bandara dan aparat penegak hukum, untuk memperketat pengawasan di area bandara agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Ini menjadi pintu masuk untuk melakukan pengawasan lebih ketat. Jangan-jangan ada oknum lain yang juga dimanfaatkan bandar narkoba atau pelaku penyelundupan barang terlarang lainnya. Kalau barang-barang terlarang bisa lolos, tentu patut diduga ada permainan oknum,” tegas Sujiwo (Tim Liputan)
Editor : Aan