
Terbongkar Modus 'Pocong Keliling' yang Diduga Terjadi di Jabar
KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) - Linimasa media sosial tengah ramai menyoroti aksi kejahatan berupa teror 'pocong keliling' yang meresahkan warga.
Terbaru, beredar kamera pengawas
CCTV di wilayah Tangerang Selatan, yang memperlihatkan pocong jadi-jadian
mengintai sebuah rumah.
Usut punya usut, ternyata aksi
tersebut bukan kejadian mistis, melainkan modus kejahatan untuk meneror warga.
"Fenomena pocong keliling
viral, warga curiga jadi modus teror dan kejahatan," tulis postingan
Instagram @pandemictalks, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Kini, pihak kepolisian setempat
telah angkat bicara mengenai modus kejahatan yang bikin panik warga tersebut.
Modus Penyamaran Berujung
Kriminal
Secara terpisah, Kapolresta
Tangerang, Kombes Andi Muhammad Indra mengimbau masyarakat tetap waspada usai
muncul isu sosok menyerupai pocong diduga dipakai untuk menakuti penghuni
rumah.
Indra menyoroti, narasi yang
beredar menyebut pelaku sengaja menyamar agar warga panik dan membuka pintu,
lalu memanfaatkan situasi untuk melakukan aksi kriminal seperti pencurian atau
perampokan.
"Jangan sampai masyarakat
merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana," ujar
Indra dalam pernyataannya yang dikutip pada Selasa, 26 Mei 2026.
Meski begitu, polisi meminta
masyarakat tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan informasi yang belum
tervalidasi kebenarannya.
Pihak kepolisian juga memastikan
patroli malam akan ditingkatkan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga
perangkat lingkungan.
Di sisi lain, warga pun diajak
kembali mengaktifkan ronda atau siskamling demi menjaga keamanan lingkungan.
Berkaca dari hal itu, penampakan
pocong kini dinilai bukan lagi sekadar cerita horor, kini menjadi modus
gangguan nyata yang meresahkan warga, termasuk di wilayah Jawa Barat (Jabar).
Imbauan Aktifkan Siskamling
Dalam kesempatan berbeda,
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang dengan tegas meminta seluruh warga
mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di berbagai titik
pemukiman warga.
"Ini memang menjadi hal yang
meresahkan warga," kata Dedi Mulyadi lewat unggahan Instagramnya,
@dedimulyadi71, pada Selasa, 26 Mei 2026.
Dedi Mulyadi mencontohkan,
kejadian nyata yang terjadi di kawasan Lembang, Bandung, dimana oknum
berpakaian pocong sampai harus ditertibkan oleh Satpol PP.
"Kalau di Lembang, di
Bandung, pocong dioperasi Satpol PP karena keluarnya salah," terangnya.
"Harusnya pocong keluar
malam hari, ini siang hari untuk minta-minta ke setiap mobil yang lewat dan ini
meresahkan warga, mengganggu kenyamanan, dan ketertiban lalu lintas,"
beber Dedi Mulyadi.
Tak hanya itu, Dedi Mulyadi juga
mengungkapkan, modus pocong kini semakin beragam dan terjadi di berbagai
daerah.
"Di berbagai tempat ada
pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada pocong yang
mengetuk-ngetuk rumah dengan berbagai modus," ungkap Dedi Mulyadi.
"Bisa modusnya adalah
minta-minta, bisa modusnya pencurian atau perampokan, bisa modusnya main-main
atau iseng, tetapi ketiga-tiganya menurut saya meresahkan," tukasnya.*
(sumber : Jaringan Promedia).
Editor : Heri