KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, kembali menggelar kegiatan “Banteng Gowes” bersama komunitas sepeda dan masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada olahraga, tetapi juga dipadukan dengan aksi sosial, penanaman pohon, hingga peninjauan langsung berbagai persoalan masyarakat di lapangan. Kamis (14/5/2026).Banteng Gowes Jadi Ajang Serap Aspirasi dan Ajak Masyarakat Jaga Alam Semesta
Dalam keterangannya, Haji Sujiwo menegaskan bahwa Banteng Gowes bukan sekadar kegiatan bersepeda biasa.
Menurutnya, kegiatan itu menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
“Ini bukan gowes sembarang gowes. Kita padukan dengan penanaman pohon, berbagi sembako kepada masyarakat yang membutuhkan, dan yang paling penting membangun persaudaraan,” ujar Sujiwo.
Ia mengatakan, setiap perjalanan gowes juga dimanfaatkan untuk “belanja masalah”, yakni melihat secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat untuk kemudian dicarikan solusi bersama pemerintah daerah.
“Semua yang saya lewati sekaligus saya belanja masalah rakyat. Nanti saya bawa pulang ke kantor untuk kita pecahkan bersama-sama,” katanya.
Haji' Sujiwo bersama kepala desa juga meninjau Jalan TR 14 yang menghubungkan Desa Limbung dengan Rasau Jaya. Jalan tersebut dinilai strategis karena menjadi jalur alternatif masyarakat dan sebelumnya telah dua kali dibangun melalui program TMMD.
Selain itu, rombongan turut melihat kondisi jalan usaha tani yang digunakan masyarakat di kawasan pertanian sayur-mayur. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendengar langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kegiatan Banteng Gowes juga diisi dengan aksi penanaman pohon sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk menjaga alam semesta dan lingkungan sekitar.
Haji Sujiwo mengajak masyarakat mencintai bumi dengan cara sederhana, yakni menanam pohon.
“Cara paling ampuh merawat dan mencintai bumi adalah menanam pohon, karena pohon menghasilkan oksigen yang kita hirup setiap hari,” ujarnya.
Kegiatan Banteng Gowes Jilid II tersebut digelar pada Kamis, 14 Mei 2026, dengan titik kumpul di Taman Juang Komplek Mediteranian Palace, Jalan Sungai Raya Dalam, Kubu Raya.
Pada kesempatan itu, Sujiwo juga menjelaskan terkait pemindahan pohon tabebuya di kawasan Bundaran Digulis menuju Simpang Polda yang sempat menuai perhatian dari pegiat lingkungan.
Ia menegaskan pohon-pohon tersebut tidak ditebang, melainkan dipindahkan ke lokasi lain demi mendukung penataan kawasan dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pemasangan neon box reklame.
“Pohon-pohon itu tidak dimatikan, tetapi dipindahkan dan ditanam kembali.
Alhamdulillah hampir semuanya hidup dan subur,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan reklame di kawasan tersebut diharapkan mampu menambah pemasukan daerah di tengah kondisi fiskal yang sedang tidak mudah.
Meski demikian, Sujiwo mengaku tetap menghargai kritik dari para pecinta lingkungan, termasuk aktivis lingkungan Pandita Ateng yang sebelumnya menyoroti pemindahan pohon tersebut.
“Saya berterima kasih atas kritik yang diberikan karena itu bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Saya juga pecinta lingkungan dan tidak mungkin merusaknya,” tegasnya.
Di sela kegiatan, peserta gowes disambut warga dengan sajian makanan tradisional seperti jagung rebus, ubi rebus, pisang rebus, hingga kelapa muda.
Komunitas gowes juga membagikan sembako kepada masyarakat sekitar.
Sujiwo memastikan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan, termasuk agenda gowes berikutnya yang direncanakan menempuh jarak sekitar 75 kilometer sambil menggelar aksi bersih lingkungan dan edukasi menjaga kebersihan.
“Kalau kita rajin membersihkan lingkungan, manfaatnya akan kembali kepada kita semua,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan