PPIBT Untan Masuk 15 Inkubator Terpilih Nasional, Siap Perkuat Koperasi Desa Merah Putih Sektor Pangan
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Kabar membanggakan datang dari dunia akademik Kalimantan Barat. Pusat Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi (PPIBT) Universitas Tanjungpura (Untan) resmi terpilih sebagai salah satu dari 15 inkubator terbaik tingkat nasional dalam program Inkubasi 2026 yang digagas oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi.
Program ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penguatan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih, sekaligus mendorong pengembangan sektor prioritas koperasi, terutama di bidang pangan yang menjadi fokus utama pemerintah.
Melalui program ini, LPDB Koperasi membuka kerja sama dengan berbagai lembaga inkubator untuk memberikan pendampingan intensif kepada tenant koperasi, mulai dari penguatan manajemen, pengembangan usaha, hingga peningkatan daya saing produk di pasar.
Selain PPIBT Untan, sejumlah inkubator lain yang turut terpilih antara lain Inkubator Bisnis Universitas Ottow Geissler Papua, Wetland Box Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, Gampiri Interaksi Lestari Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah, Inkubator Baji Tallasa Sulawesi Selatan, Link Produktive Provinsi Banten, Cubic Inkubator Bisnis Jawa Barat, Garut Techno Park Jawa Barat, Big Unpad Jawa Barat, serta Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin.
Terpilihnya PPIBT Untan menjadi salah satu inkubator pendamping nasional ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh civitas akademika Untan, sekaligus bukti nyata kontribusi kampus dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan.
Manager Inkubator Bisnis dan Teknologi Untan, Fahrurrazi, S.E., menyampaikan rasa syukur dan komitmennya dalam menjalankan amanah tersebut.
“Alhamdulillah, ini merupakan kepercayaan besar bagi kami. PPIBT Untan siap memberikan pendampingan terbaik kepada koperasi, khususnya dalam penguatan sektor pangan yang memiliki potensi besar di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui program inkubasi ini pihaknya akan fokus pada peningkatan kapasitas koperasi, mulai dari aspek produksi, pengolahan, hingga pemasaran berbasis inovasi dan teknologi.
“Kami ingin memastikan koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan berdaya saing. Pendampingan akan dilakukan secara komprehensif agar koperasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Program Inkubasi 2026 ini diharapkan mampu melahirkan koperasi-koperasi unggul yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui sektor pangan berbasis desa dan kelurahan. (Tim Liputan)
Editor : Aan