Program ini meraih peringkat Platinum Alignment pada kategori Perlindungan Sosial dan Kemanusiaan Strategis dengan nilai 95,45 serta masuk dalam CEPI Champion Candidate dengan nilai 3,54. Capaian ini menegaskan bahwa program TJSL PLN tidak hanya menghadirkan dampak sosial, tetapi juga berkontribusi nyata dalam melindungi nilai ekonomi perusahaan secara terukur. Program ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya TPB 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam mitigasi dan adaptasi.
Chairman La Tofi School of Social Responsibility, La Tofi, menegaskan bahwa CSR yang dirancang berbasis risiko akan kembali sebagai perlindungan ekonomi bagi perusahaan. “CSR yang lahir dari pemahaman risiko tidak pernah sia sia. Ia akan kembali sebagai perlindungan ekonomi yang nyata dan terukur,” ujarnya.
Kawasan Tahura Sultan Adam sebagai wilayah konservasi penting di Kalimantan Selatan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada lingkungan, kesehatan, serta keandalan sistem ketenagalistrikan. Di kawasan ini juga membentang jaringan transmisi PLN yang memiliki tingkat risiko tinggi apabila terjadi karhutla.
Menjawab tantangan tersebut, PLN UIP3B Kalimantan memperkuat peran Masyarakat Peduli Api sebagai garda terdepan melalui pelatihan teknis, peningkatan kapasitas, serta dukungan peralatan keselamatan dan komunikasi. Upaya ini mendorong masyarakat menjadi lebih sigap, terkoordinasi, dan aman dalam menghadapi potensi kebakaran.
General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara PLN dan masyarakat dalam mengelola risiko di lapangan.
“Program Masyarakat Peduli Api di Tahura Sultan Adam menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci dalam menjaga lingkungan sekaligus memastikan keandalan sistem ketenagalistrikan. Penguatan kapasitas masyarakat menjadi langkah strategis untuk menghadirkan perlindungan yang berkelanjutan,” ujar Riko.
Ia menambahkan, PLN tidak hanya berperan sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam pengelolaan risiko lingkungan di wilayah operasi.
“Bagi PLN, menjaga keandalan sistem kelistrikan tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan. Melalui program ini, kami memastikan bahwa perlindungan terhadap aset ketenagalistrikan berjalan seiring dengan perlindungan terhadap masyarakat dan ekosistem,” tambah Riko.
Dalam ajang yang sama, Riko Ramadhano Budiawan juga meraih penghargaan sebagai 100 Manajer Program Terbaik Indonesia 2026 dengan predikat Platinum Leader Performance, yang semakin menegaskan kepemimpinan strategis dalam mendorong program TJSL yang berdampak dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi ini, PLN UIP3B Kalimantan tidak hanya menjaga keandalan listrik, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, lestari, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Tim Liputan)
Editor : Aan