![]() |
| Bupati Sujiwo Dorong Anak Muda Kelola Pertanian Modern |
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian pangan berbasis masyarakat dengan menggandeng anak-anak muda dalam pengembangan sektor pertanian dan perikanan terpadu.
Saat meninjau langsung lokasi pengembangan di kawasan pembibitan, Sujiwo menyampaikan bahwa program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pemberdayaan generasi muda yang tergabung dalam komunitas Sahabat Petani.
“Ini anak-anak muda yang kita beri tanggung jawab atas nama masyarakat untuk memajukan dunia pertanian, perikanan, hingga infrastruktur pendukungnya,” ujarnya.
Dalam program tersebut, berbagai sektor dikembangkan secara terpadu, mulai dari budidaya madu lulut, ayam petelur jenis ayam Arab, burung puyuh, maggot, hingga rencana pengembangan kelinci dan kolam terpal untuk budidaya ikan seperti lele.
Sujiwo mengungkapkan, pengembangan madu lulut direncanakan memiliki delapan titik (tapak) yang akan segera dieksekusi. Sementara itu, sektor peternakan seperti ayam petelur bahkan sudah mulai menghasilkan meski fasilitas kandang belum sepenuhnya rampung.
“Walaupun kandang belum selesai, mereka sudah bisa menghasilkan telur dan bahkan sudah dijual. Ini bukti bahwa program ini langsung memberi dampak ekonomi,” jelasnya.
Di sektor pembibitan, pemerintah juga tengah menyiapkan puluhan ribu benih tanaman untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Saat ini, sekitar 4.000 hingga 6.000 benih sudah siap, disusul bantuan dari pemerintah kabupaten sebanyak 10.000 dan provinsi mencapai 40.000 benih.
Menariknya, Sujiwo menegaskan bahwa ke depan program ini juga akan dikembangkan secara mandiri tanpa bergantung pada APBD, dengan target tambahan 50.000 hingga 100.000 benih secara bertahap.
“Kita ingin ini berdampak langsung pada ketahanan pangan rumah tangga, baik di perumahan, komplek, maupun desa,” tegasnya.
Selain itu, inovasi teknologi kandang juga mulai diterapkan, termasuk sistem yang meminimalisir bau, sehingga peternakan tetap ramah lingkungan meski berada dekat permukiman warga.
Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas yang tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kubu Raya. (tim liputan).
Editor : Aan
