![]() |
| Camat Batu Ampar, H. Alfian |
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Camat Batu
Ampar, H. Alfian, mengeluhkan tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) di
wilayahnya yang kini mencapai Rp35 ribu per liter. Kondisi tersebut dinilai
sangat memberatkan masyarakat, terutama yang bergantung pada transportasi air
seperti speed boat.
Menurut Alfian, lonjakan harga
BBM berdampak langsung pada biaya transportasi masyarakat. Ia berharap
pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan
harga bensin agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak semakin terbebani.
“Harapan kami tentu ada solusi
dalam waktu dekat untuk menstabilkan harga bensin, sehingga tarif transportasi
speed boat juga bisa kembali normal,” ujarnya saat dihubungi via Whatsappnya,
Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, kenaikan harga
BBM telah memicu peningkatan tarif tiket speed boat di sejumlah rute
transportasi air. Bahkan, kenaikan tarif disebut mencapai sekitar 30 persen.
Rute yang terdampak antara lain
perjalanan dari Rasau Jaya menuju Padang Tikar, Batam, Teluk Melano, hingga Teluk
Batang.
Alfian juga meminta kepada
organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan inspeksi mendadak
(sidak) guna memastikan kondisi di lapangan, khususnya terkait harga BBM dan
penjualan tiket speed boat.
Selain di Batu Ampar, harga
bensin di wilayah Padang Tikar juga dilaporkan mengalami lonjakan signifikan,
dengan kisaran harga antara Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per liter.
Ia menegaskan, stabilitas harga
BBM sangat penting bagi masyarakat pesisir yang bergantung pada transportasi
laut untuk mobilitas, distribusi barang, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Kalau harga BBM tinggi, otomatis
biaya transportasi naik. Ini tentu sangat berpengaruh terhadap ekonomi
masyarakat di wilayah pesisir,” katanya.
Pemerintah kecamatan berharap
adanya koordinasi cepat antara pemerintah daerah dan instansi terkait agar
persoalan distribusi dan harga BBM di wilayah pesisir dapat segera diatasi. (tim
liputan).
Editor : Heri
