Tembus Kabut dan Pagi Buta, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Keamanan Perintis di Paniai

Editor: Redaksi author photo

 Tembus Kabut dan Pagi Buta, Satgas Yon Parako 466 Pasgat Jaga Keamanan Perintis di Paniai
KALBARNEWS.CO.ID (PAPUA TENGAH) – Memastikan kelancaran distribusi logistik dan mobilitas warga di wilayah pelosok, Satgas Yon Parako 466 Pasgat terus bersiaga penuh mengamankan operasional bandara-bandara perintis di daerah Papua.(28/02/2926) 


Terlihat jelas bagaimana beratnya medan dan cuaca yang harus dihadapi oleh para prajurit tersebut setiap harinya. Penyisiran landasan (runway sweep) saat guna memastikan landasan aman untuk penerbangan pertama.


"Prajurit melakukan patroli dan penyisiran untuk memastikan landasan bersih dari benda asing (FOD), genangan air yang membahayakan, maupun potensi gangguan keamanan lainnya." ujar Danpos Korpasgat Bandara Enarotali, Letda Pas Pande Putu Bayu Krisna Aji.


Cuaca di wilayah pegunungan yang ekstrem, sering kali diselimuti kabut tebal dengan jarak pandang terbatas, tidak menyurutkan kewaspadaan mereka. Prajurit bersenjata lengkap menyisir area landasan pacu di tengah kondisi kabut tebal.


Menariknya, prajurit Kopasgat yang ditugaskan di bandara perintis tidak hanya dibekali dengan kemampuan tempur dan pengamanan wilayah. Mereka juga dibekali dengan kemampuan teknis dukungan penerbangan.


Hal ini terlihat nyata ketika seorang prajurit Kopasgat dengan rompi hijau terang (hi-vis) dan marshall wand (tongkat pemandu) di tangannya, secara profesional bertugas sebagai marshaller. Ia memandu pesawat perintis berbaling-baling (propeller) untuk parkir di apron dengan aman setelah membelah awan pegunungan.


Kehadiran personel Kopasgat di bandara-bandara perintis yang kerap kali berbatasan langsung dengan hutan, perbukitan, dan permukiman warga sangatlah vital. Pesawat perintis seringkali menjadi satu-satunya moda transportasi dan urat nadi kehidupan bagi masyarakat di dataran tinggi untuk mendapatkan pasokan kebutuhan pokok, obat-obatan, serta evakuasi medis darurat.


Sembari sebagian tim fokus pada operasional penerbangan, personel lainnya bersiaga penuh di perimeter luar bandara. Memantau pergerakan di sekitar area bandara yang berbatasan dengan semak belukar dan jalan setapak warga, memastikan tidak ada ancaman yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan sipil.


Dedikasi tanpa henti dari para prajurit Kopasgat ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjaga kedaulatan, keamanan, serta roda ekonomi masyarakat di wilayah terluar dan terpencil Indonesia. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini