Gandeng RS Yasyfin, KKN Tematik 38 UNIDA Gontor Gelar Workshop Pencegahan Stunting

Editor: Redaksi author photo

 Gandeng RS Yasyfin, KKN Tematik 38 UNIDA Gontor Gelar Workshop Pencegahan Stunting
KALBARNEWS.CO.ID (PONOROGO)  — Masalah kesehatan ibu dan anak menjadi perhatian serius bagi mahasiswa KKN Tematik Angkatan ke-38 Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Bekerja sama dengan Rumah Sakit Yasyfin, panitia sukses menyelenggarakan "Workshop Stunting: Upaya Pencegahan dan Peningkatan Gizi Masyarakat" yang bertempat di Balai Desa Duri, Kamis (12/2/2026).


Kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa yang diinisiasi untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain di Desa Duri, rangkaian kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Senepo dan Desa Tugurejo dengan agenda penyuluhan serta cek kesehatan gratis untuk deteksi dini penyakit metabolik.


Workshop ini menghadirkan pemateri profesional dari Rumah Sakit Yasyfin, Ardhiani Ayu Puspitarani, S.Gz., RD. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pencegahan stunting bukan sekadar pemberian makanan tambahan, melainkan integrasi antara pola asuh yang tepat dan sanitasi yang baik.


"Stunting adalah ancaman nyata bagi generasi masa depan. Melalui edukasi yang tepat, kita bisa memutus mata rantai masalah gizi ini mulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga," tutur Ardhiani. Peserta dari kalangan ibu rumah tangga dan kader kesehatan sangat terbantu karena mendapatkan pengetahuan kesehatan langsung dari sumbernya, yakni dokter dan tenaga medis ahli.

 

Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta sangat aktif berdialog mengenai tips mengolah bahan pangan lokal yang terjangkau menjadi menu bergizi. Mahasiswa KKN Tematik 38 turut mendampingi proses diskusi serta memberikan simulasi sederhana mengenai pemantauan tumbuh kembang anak secara mandiri.


Di Desa Senepo, mahasiswa juga memfasilitasi Medical Check Up (MCU) gratis untuk mengecek gula darah, asam urat, hingga kolesterol. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mendeteksi penyakit lebih awal guna mencegah kondisi yang lebih berat di kemudian hari.

 

Kepala Desa Duri menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa UNIDA Gontor. Beliau berharap kolaborasi ini dapat menurunkan angka risiko stunting secara signifikan di wilayahnya sekaligus meningkatkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya gizi.


Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada pemateri dan sesi foto bersama yang penuh kehangatan antara mahasiswa, tim medis RS Yasyfin, dan warga desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan misi pengabdian mahasiswa KKN UNIDA Gontor dapat memberikan dampak yang berkelanjutan dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan tangguh. (Panitia KKN T 38)

Editor: Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini