Bupati Sujiwo: Menteri Tinjau Bedah Rumah dan Dukung Pembangunan Gereja di Desa Kapur

Editor: Redaksi author photo

 Bupati Sujiwo: Menteri Tinjau Bedah Rumah dan Dukung Pembangunan Gereja di Desa Kapur
KALBARNEWS.CO.ID(KUBU RAYA)-Bupati KubuRaya Sujiwo menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Menteri beserta jajaran Komisi V DPR RI yang meninjau langsung progres penataan kawasan kumuh dan program rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Kubu Raya.(3/3/2026)

Dalam wawancara usai kunjungan, Sujiwo menyebut kehadiran sang menteri yang juga sahabat lamanya itu menjadi bentuk perhatian serius pemerintah pusat terhadap pembangunan di Kalimantan Barat.

“Beliau sahabat karib saya, dulu kami pernah berjuang bersama. Saya mengucapkan terima kasih atas atensi luar biasa dari Pak Menteri bersama teman-teman Komisi V, khususnya Bapak Lazarus dan anggota lainnya yang turun langsung melihat progres penataan kawasan umum,” ujar Sujiwo.

Menurutnya, capaian program bedah rumah di Kubu Raya terus meningkat. Tahun lalu, sebanyak lebih dari 900 unit RTLH berhasil ditangani—terbanyak di Kalimantan Barat. Tahun ini, jumlah tersebut melonjak menjadi 1.460 unit, yang kembali menjadi angka tertinggi di Kalbar.

“Alhamdulillah, ini bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Selain meninjau kawasan kumuh dan program bedah rumah, rombongan juga mengunjungi rencana pembangunan Gereja Santo Petrus dan Santo Paulus di Desa Kapur. Sujiwo menegaskan, pembangunan rumah ibadah tersebut sedang berproses dan tetap harus mengikuti mekanisme perizinan sesuai aturan yang berlaku.

Ia mengakui sempat muncul polemik di tengah masyarakat, namun menurutnya hal itu hanya karena miskomunikasi.

“Saya terikat sumpah jabatan untuk memegang teguh Pancasila dan UUD 1945. Jika ada hal yang bertentangan dengan konstitusi, kewajiban saya untuk meluruskan. Perbedaan itu indah, perbedaan adalah kekuatan. Kita harus menjaga Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.

Sujiwo memastikan pemerintah daerah akan mengawal proses perizinan hingga tuntas. Ia juga menjamin akses jalan menuju lokasi pembangunan gereja tetap menjadi tanggung jawab Pemkab Kubu Raya apabila terjadi kerusakan.

“Kita berikan garansi. Kalau nanti ada dampak terhadap jalan warga, pemerintah daerah yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Sujiwo menyampaikan terima kasih kepada seluruh tokoh agama di Kubu Raya—baik Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu maupun Konghucu—yang selama ini menjadi garda terdepan dalam merawat persatuan dan toleransi.

“Tanpa peran tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat, saya tidak akan mampu. Ini adalah hasil kerja bersama kita semua yang mencintai tanah air dan keberagaman,” pungkasnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini