KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat merilis data sebaran titik panas (hotspot) di wilayah Kalbar pada 1 Maret 2026 pukul 00.00–23.00 WIB. Berdasarkan pemantauan satelit, terdeteksi sebanyak 311 titik panas tersebar di sejumlah kabupaten/kota. BMKG Catat 311 Titik Panas di Kalbar, Mempawah dan Kubu Raya Tertinggi
Dari jumlah tersebut, tingkat kepercayaan terbagi menjadi 11 rendah, 257 menengah, dan 43 tinggi. Kabupaten dengan jumlah hotspot terbanyak tercatat di Kubu Raya sebanyak 104 titik (5 rendah, 83 menengah, 16 tinggi), disusul Mempawah dengan 98 titik (2 rendah, 77 menengah, 19 tinggi).
Wilayah lain yang juga terpantau cukup signifikan yakni Ketapang 39 titik, Bengkayang 23 titik, dan Landak 22 titik. Sementara beberapa daerah seperti Kapuas Hulu tidak terdeteksi adanya titik panas pada periode tersebut.
BMKG menjelaskan, deteksi hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS dari satelit NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA. Sistem ini mendeteksi anomali suhu panas yang mengindikasikan potensi kebakaran hutan dan lahan, baik pada siang maupun malam hari. Namun, wilayah yang tertutup awan atau blank zone berpotensi tidak terpantau.
Dengan meningkatnya jumlah hotspot di sejumlah wilayah, masyarakat dan pemerintah daerah diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di daerah rawan. Langkah pencegahan dini dinilai penting untuk menghindari meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. (Tim Liputan)
Editor : Aan