9 Klien Bapas Semarang Menerima Bantuan Atensi Dari Kemensos

Editor: Redaksi author photo

9 Klien Bapas Semarang Menerima Bantuan Atensi Dari Kemensos
KALBARNEWS.CO.ID (SEMARANG) – Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang Totok Budiyanto turut menghadiri penyerahan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 7 Klien Pemasyarakatan bekerjasama dengan Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung dan BNNP Jawa Tengah, Kamis (5/3)


Sebanyak 36 penerima manfaat diantaranya 9 Klien Pemasyarakatan Bapas Semarang kasus narkoba menerima bantuan berupa paket pemenuhan hidup layak serta dukungan modal kewirausahaan. 


Penyerahan bantuan dilaksanakan di Rumah Layanan Autis Dinas Sosial Kota Semarang dan dihadiri oleh Kepala Bapas Semarang, Kepala BNNP Jawa Tengah, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang dan Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung.


Dalam keterangannya Totok Budiyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergitas lintas instansi dalam upaya pemulihan sosial ekonomi khususnya dalam mendukung proses reintegrasi sosial bagi Klien Pemasyarakatan kasus penyalahgunaan narkotika yang menjadi salah satu penerima manfaat bantuan atensi tersebut. 


Totok berharap bantuan tersebut dapat membantu para Klien dalam memulai kembali kehidupan yang lebih mandiri.


Sinergitas antar instansi diharapkan dapat terus diperkuat dalam mendukung program reintegrasi sosial. Bapas Semarang akan terus memberikan pembimbingan sekaligus pendampingan yang optimal agar Klien dapat menjalani program reintegrasi sosial dengan baik, sehingga tidak mengulangi tindak pidana lagi serta mempunyai kemandirian, terang totok menambahkan


“Bantuan modal usaha ini menjadi salah satu langkah nyata, agar Klien dapat kembali hidup mandiri di tengah masyarakat,” ujarnya Totok


Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah Tonton Rasyid dalam keterangannya menyampaikan bahwa upaya menjaga masa depan bangsa, termasuk pencegahan penyalahgunaan narkoba, merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. 


Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan individu dalam proses pemulihan. Menurutnya, proses pemulihan membutuhkan dukungan bersama agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.


“Klien yang pernah terlibat narkoba tidak boleh terus diberi stigma seolah hidupnya telah berakhir. Pemulihan mereka adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah tetapi juga masyarakat,” ujarnya.


Selanjutnya Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Mohammad Agus Junaidi menyampaikan bahwa para penerima bantuan merupakan individu terpilih dari kelompok Desil 1–5, yaitu masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah hingga menengah yang menjadi prioritas penerima bantuan sosial. 


Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut serta berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian para penerima manfaat.


Sementara itu, Kepala Sentra Terpadu Kartini Temanggung menjelaskan bahwa bantuan ATENSI disalurkan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan (needs assessment) sehingga jenis bantuan disesuaikan dengan kondisi riil penerima manfaat. 


Program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait dalam mendukung proses pendampingan dan pemberdayaan sosial.


Salah satu Klien inisial R mengungkapkan rasa syukurnya menjadi salah satu yang menerima bantuan atensi. Bantuan tersebut akan digunakan untuk menambah modal usahanya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini