KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal itu diwujudkan melalui Panen Jagung Serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang secara nasional baru terlaksana pada Januari 2026, dengan pusat kegiatan berada di Kabupaten Bengkayang. 
Kapolda Kalbar Ajak Warga Garap Lahan Tidur Dukung Investasi Peternakan
Kapolda Kalbar Irjen Pol. Pipit Rismanto menyampaikan, panen serentak ini dilaksanakan bersama Gubernur Kalimantan Barat, unsur Forkopimda, Wakil Bupati, hingga Kepala BNNP Kalbar sebagai bentuk sinergi lintas sektor.
“Hari ini kita bersama Pak Gubernur dan seluruh Forkopimda menghimbau serta mengajak masyarakat. Tadi sudah disampaikan Pak Gubernur, akan ada investasi besar di sektor peternakan yang membutuhkan jagung dalam jumlah sangat besar untuk pakan ternak,” ujar Kapolda, Kamis (8/1/2026).
Kapolda menegaskan, kebutuhan jagung yang tinggi tersebut harus dijawab dengan memaksimalkan potensi lahan yang ada. Ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan lahan tidur, melainkan menjadikannya produktif dengan menanam berbagai komoditas pertanian, khususnya jagung.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan lahan-lahan yang belum produktif agar menjadi lahan yang produktif. Bisa ditanami apa saja, terutama jagung,” tegasnya.
Terkait pelaksanaan kegiatan, Kapolda menjelaskan bahwa pusat panen nasional dipusatkan di Bengkayang dan terhubung secara relay dengan daerah lain di Kalbar. Sementara pelaksanaan di lokasi lain dilakukan karena padatnya agenda pejabat daerah.
“Pusatnya tetap di Bengkayang. Di sana nanti juga dilaksanakan pemecahan Rekor MURI,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Kalbar berhasil mencatatkan nama di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan memecahkan dua rekor sekaligus, yakni Pemanenan Jagung Serentak oleh Peserta Terbanyak dan Pemipilan Jagung Serentak Secara Langsung oleh Peserta Terbanyak.
“Rekor sebelumnya di Grobogan melibatkan 1.200 petani. Di Kalbar ini kita libatkan sekitar 1.500 hingga 1.750 petani, ditambah 250 personel Polri,” ungkap Kapolda.
Kapolda berharap, keberhasilan ini tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga menjadi pemicu semangat bagi masyarakat dan petani untuk terus mengembangkan sektor pertanian demi mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat secara berkelanjutan. (Tim liputan)
Editor : Aan