Intervensi Penanganan Stunting Berbasis Data

Editor: Redaksi author photo

 Intervensi Penanganan Stunting Berbasis Data
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengatakan intervensi dari hulu dalam penanganan stunting justru  lebih baik. Dengan memiliki pengetahuan tentang stunting sedari remaja, ia optimis kasus stunting bisa terhindarkan.

“Stunting itu ada yang bisa diperbaiki dan ada yang tidak bisa. Usia penyembuhan stunting sampai usia bayi berumur dua tahun. Ini bisa diperbaiki. Caranya dengan memberikan makanan bergizi,” ujar Saptiko, ketika melakukan koordinasi dengan Kepala BKKBN Kalbar, Rabu (10 Mei 2023)..

Dalam intervensi penanganan stunting di Kota Pontianak. Konsentrasinya pada bayi 0-24 bulan. Perlu juga diketahui oleh ibu menyusui, bahwa pada umur 0-6 bulan, bayi harus menerima ASI ekslusif.

Konsentrasi yang tak kalah penting dalam penurunan stunting adalah intervensi dari hulu. Targetnya, mereka anak-anak remaja sudah seharusnya paham tentang bahaya stunting.

Tim Pendamping Keluarga di Pontianak diminta Saptiko juga harus kuat dalam mendampingi para keluarga. “Kalau pendampingan pada ibu hamil kami sudah melakukannya sejak lama. Namun fokusnya pada ibu hamil beresiko,” katanya.

Kemudian terhadap kinerja TPK yaitu para bidan, PKK dan kader KB saran Saptiko juga harus dikaji kembali. Pengkajian dilakukan sekaligus untuk mengetahui hasil kinerja mereka di lapangan.

Di tempat sama Kepala BKKBN Kalbar, Pintauli Romanagsi Siregar mengatakan pertemuan ini menindaklanjuti arahan Gubernur Kalbar usai dirinya dikukuhkan belum lama ini. Yaitu penyediaan data anak stunting by name by address. Dari data tersebut bisa menjadi dasar langkah apa saja yang akan diambil dalam setiap penanganan program.

Di BKKBN sendiri, memiliki data keluarga beresiko stunting. Data ini didapat dari hasil Pendataan Keluarga tahun lalu. Dengan adanya sinergi data di Dinkes, bisa dimanfaatkan untuk intrevensi program Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting serta gerakan cukup dua telur. (BP)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini