Bali Maha Usadhi Tawarkan Wisata Kebugaran Untuk Delegasi G20

Editor: Redaksi author photo

Prof Dr I Made Agus Gelgel Wirasuta 
KALBARNEWS.CO.ID (DENPASAR) - Bali Maha Usadhi Asosiasi Kebugaran Bali menawarkan program wisata kebugaran ala Bali dengan diilhami filosofi Hindu universal, yang nantinya dapat dikunjungi para delegasi peserta Keketuaan G20 Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Pengurus Pusat Bali Maha Usadhi Prof Dr I Made Agus Gelgel Wirasuta di Denpasar Bali.

"Program wisata kebugaran ini akan melengkapi keindahan dan daya tarik yang telah dimiliki Desa Wisata Taro, di Kabupaten Gianyar," ujar Dr I Made Agus Gelgel Wirasuta.

Prof Gelgel yang juga akademisi Universitas Udayana itu menambahkan, Desa Wisata Taro sengaja dipilih menjadi proyek percontohan untuk wisata kebugaran yang akan difokuskan terkait perawat kecantikan bagi kaum hawa.

Hal itu karena di Desa Taro juga terdapat Pesiraman atau Penglukatan Semara Ratih yaitu pertemuan dua mata air yang dipercaya mampu memberikan vibrasi kedamaian, kerukunan dan kesejukan batin dalam keluarga.

Desa Taro juga terkenal sebagai satu-satunya desa di Bali dengan konservasi lembu putihnya dan memiliki pura berusia ratusan tahun, di sampingi itu menawarkan keindahan alam persawahan dan lembah alami yang dipoles sangat menarik oleh masyarakat setempat.

Wisata kebugaran khusus perempuan yang dikembangkan itu, lanjut dia, bersumber dari lontar Usada Rukmini Tattwa yang diwariskan para leluhur Bali.

"Dalam Usadha Rukmini Tatwa tertulis bagaimana wanita Bali menjaga dan meningkatkan kecantikan dari dalam dan luar sekaligus, agar selalu disayangi suami," ujarnya.

Oleh karena itu, nantinya para pengunjung ataupun delegasi KTT G20 di sana akan dapat mengikuti sejumlah aktivitas untuk membangkitkan cakra dan kundalini di dalam diri agar bisa tampil cantik.

"Kegiatannya berupa meditasi, olah pernapasan, pijat, penggunaan aroma terapi, diajarkan membuat ramuan boreh atau lulur ala Bali, membangun cinta kasih dalam keluarga dan sebagainya," ucapnya.

Ia menargetkan segala persiapan dengan harapan dapat menerima kedatangan delegasi KTT G20 bisa dirampungkan pada September 2022.

Dengan adanya percontohan wisata kebugaran di Desa Taro itu juga diharapkan dapat mempersatukan dan membangun kolaborasi para praktisi yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri, ada yang hanya fokus di pijat, spa ataupun meditasi .

Selain itu, dengan pengembangan wisata kebugaran juga sejalan dengan upaya Pemprov Bali untuk menjaring wisatawan yang berkualitas dan mewujudkan pariwisata Bali yang lebih berkualitas.

"Sebenarnya ada sejumlah investor dari luar negeri yang tertarik bekerja sama dalam program ini. Tetapi, kami masih hati-hati karena hak patennnya 'kan orang Bali yang punya. Kita patenkan semua agar nantinya tidak kecolongan," kata Prof Gelgel. (Sumber : LKBN ANTARA).

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini