-->

BREAKING NEWS

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

“GERAM” Ubah Gang Biasa Menjadi Kampung Sayur, Ini Prosesnya

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Gang yang tadinya biasa saja kini berubah menjadi gang yang luar biasa dengan tanaman sayur yang tersedia disetiap rumah, inilah slah satu program yang dilaksanakan Komunitas Ayo Menanam (GERAM) yang di inisiasi seorang Pemuda bernama Priyo Sembodo.

Kegiatan sosialisasi Gerakan Ayo Menanam (GERAM) yang kali ini dilakukan oleh warga Jl.Prof.Dr Hamka, Gg Nilam 7 A, Kelurahan Sungai Jawi, Pontianak Kota  Kalimantan Barat, kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat setempat, minggu pagi (25/10/2020).

Hal ini bertujuan guna membentuk kampung sayur,  yang sudah digarap sejak sebulan yang lalu oleh masyarakat yang rutin digelar seminggu sekali agar pembentukan kampung sayur yang di inginkan oleh warga tersebut cepat terpenuhi.

Priyo Sembodo selaku koordinator kampung sayur menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan keinginan secara pribadi warga setempat agar masyarakat yang menginginkan sayur tidak perlu membeli lagi karena sudah menanam sendiri.

"Sebenarnya berawal dari keinginani pribadi agar kami jika ingin perlu sayur kenapa harus beli sedangkan dengan media yang sederhana dan barang-barang bekas begini kita bisa budi daya kan, " jelasnya saat ditemui oleh kalbarnews.co.id

Priyo menambahkan untuk hari ini,kegiatan yang dilakukan berupa mengecat botol dan membuat media yang nantinya akan ditanamkan bibit sayur.

Gerakan ini pun disampaikannya disupport oleh GERAM (Gerakan Ayo Menanam) yang membantunya dalam menyediakan media dan bibit.

Priyo Sembodo juga berharap gerakan kampung sayur ini bisa menginspirasi kepada masyarakat lain agar dapat melakulan gerakan hal yang sama.

“Semoga kegiatan kampong Horti atau nkampung sayur ini bisa menginspirasi masyarakat sehingga tidak lagi harus membeli apalagi masa sulit seperti saat ini dimana pandemic covid-19 berdampak pada semua lini,” pungkas Priyo. (bian).

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini