KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan peringatan serius bagi warga Kalimantan Barat. Memasuki akhir tahun, cuaca ekstrem berupa hujan petir serentak dan gelombang laut yang mencapai 2,5 meter diprediksi akan melanda wilayah ini hingga 30 Desember 2025.Kalimantan Barat Dikepung Hujan Petir dan Gelombang Tinggi Hingga 30 Desember
Minggu Siang: Hujan Petir Serentak di 13 Wilayah
Berdasarkan data prakiraan cuaca yang berlaku mulai Minggu, 28 Desember 2025, hampir seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat akan diguyur Hujan Petir. Puncak cuaca ekstrem ini diperkirakan terjadi secara merata pada pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.
Beberapa wilayah yang wajib waspada terhadap kilat dan petir antara lain:
Wilayah Pesisir: Sambas, Mempawah, Singkawang, Kubu Raya, dan Kayong Utara.
Wilayah Pedalaman: Sanggau, Sintang, Bengkayang, Landak, dan Sekadau.
Catatan Khusus: Kapuas Hulu diprediksi mengalami suhu paling dingin mencapai 17°C dengan potensi hujan petir pada sore hari pukul 16.00 WIB.
Peringatan Dini Kelautan: Gelombang Hingga 2,5 Meter
Tidak hanya di darat, ancaman juga mengintai di wilayah perairan. BMKG merilis peringatan dini tinggi gelombang yang berlaku hingga Selasa, 30 Desember 2025 pukul 07.00 WIB.
Area Waspada Gelombang Sedang (1.25 – 2.5 meter):
Perairan Sambas
Perairan Pontianak - Mempawah
Perairan Singkawang - Bengkayang
Perairan Kubu Raya
Kondisi Angin Laut: Angin di utara dan selatan khatulistiwa umumnya bertiup dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 2 - 20 knots.
BMKG menekankan risiko tinggi bagi para pelaku pelayaran:
Perahu Nelayan: Sangat berisiko jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan gelombang di atas 1.25 meter.
Kapal Tongkang: Harap waspada jika angin mencapai 16 knot dan gelombang menyentuh 1.5 meter.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi cuaca.bmkg.go.id sebelum beraktivitas di luar ruangan atau melaut. (tim Liputan)
Editor : Aan