-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDA DUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Warga Keluhkan Maraknya Bangunan Liar Di Atas Parit, Terkesan Dibiarkan Pemerintah Desa Parit Baru

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Warga Parit Nomor Dua Desa Parit Baru kelukan maraknya lapak yang di bangun di atas parit dan menimbulkan banyak keluhan dari warga karna kerap banjir dan mengakibatkan kerugian pada warga yang berada di sekitar, Jum'at pagi (10/07/2020).

Hal itu disampaikan salah satu warga Jl Parit Nomor Dua, Susanti (30) yang mengaku sebelumnya tidak ada banjir separah saat ini.

Susanti menyampaikan keluhan maraknya bangunan liar diatas parit yang menyebabkan terhambatnya aliran air jika turun Hujan sehingga sering terjadi banjir yang hingga menggenangi seisi rumahnya.

“Bangunan itu sudah lama dan kami warga pernah melapor ke Desa katanya setelah lebaran akan ditertibkna, tetapi hingga kini dibiarkan saja,” ungkap Susanti.

Sudah selama 17 tahun lebih Susanti selaku warga Jl Parit Nomor Dua mengungkapkan bahwa baru-baru ini sering terjadi banjir jika ada hujan walaupun sebentar karena air bisa masuk dan sulit surut, sebelumnya tidak pernah terjadi banjir seperti ini. Mungkin penyebab banjir tersebut dikarenakan bangunan atas parit.

"Baru setahun inilah rumah ini sering  banjir,  semua alat elektronik rusak apalagi kami. Masih sering menggunakan  parit untuk beraktivatas seperti mandi dan mencuci" ungkap Susanti.
Senada dengan hal itu Diki (29) selaku warga setempat juga mengeluhkan banjir yang melanda tokonya.

 "Akibat banjir itu bahwa barang-barang di toko terkena banjir seperti beras, tepung,  jadi untuk menghindari hal tersebut  saya memindahkan barang tersebut ke tempat yang lebih tinggi," ungkap Diki.

Warga pun sudah mengadukan ke Pemerintah setempat,  baik RT dan Desa namun hingga kini belum ada titik terang dari permasalahan  yang mereka keluhkan.

Warga Berharap bangunan liar diatas parit tersebut segera ditertibkan sebelum semakin marak dan menutup saluran parit di daerah itu.

Warga tidak ingin Program Desa Mandiri tangguh ternodai dengan pembiaran hal yang menganggu masyarakat umum seperti yang terjadi di Jl Parit Nomor Dua Desa parit baru yang baru saja di canangkan itu. (bian).

Editor : Heri K
Komentar Anda

Berita Terkini