-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

IAIN Pontianak Gelar Webinar Spirit Lintas Iman dalam Menghadapi New Normal Pandemi Covid-19

Redaksi author photo


KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Pontianak  kembali menggelar kegiatan Webinar Internasional,  Webinar Internasional Empat Benua kali ini mengusung tema "Spirit Lintas Iman dalam Menghadapi New Normal Pandemi Covid-19" melalui Zoom dan Youtube FUAD IAIN Pontianak, yang akan dilaksanakan pada hari Jumat 12 Juni 2020 mendatang.

Kegiatan webinar ini merupakan kegiatan internasional virtual perdana yang akan  di gelar oleh FUAD IAIN Pontianak yang sebelumnuya FUAD IAIN Pontianak juga sukses menggelar Webinar Nasional dengan mengangkat tema "Dakwah Virtual Pada masa Pandemi Covid-19".

Kegiatan ini terdengar sangat menarik karna narasumber yang akan memberikan pemaparan merupakan akademisi dari berbagai kampus di beberapa negara bahkan benua .

Adapun narasumber yang akan memberi pemaparan ialah .Dr. (Cand.) Imam Malik Ridwan, yang merupakan Awardee 5000 Doktor School of Social Sciences, Western Sidney University, di Australia, kemudian Munawir Aziz, M.A selaku peneliti Yahudi dan Antisemitism Parkes Institute, University of Southampton, di United Kingdom, selanjutnya Dr. (Cand) Yuseva Ariyani Iswandari, M.Ed yang merupakan dosen Ohio State University USA, kemudian Dr. Zuli Qodir selaku dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, kemudian Dr. (Cand) Yulianti dari Leiden University Belanda, selanjutnya Rian Rinaldi Djita M.Ed yang merupakan Vanderbilt University PhD student in Education Policy at University of Arkansas, dan yang terakhir adalah Dr. H. Zaenuddin Hudi Prasojo, M.A selaku Dosen Studi Agama-agama FUAD IAIN Pontianak

Elmansyah, M.S.I, selalu dosen Fakultas Ushuludin sekaligus panitia pelaksaan kegiatan webinar ini mengatakan bahwa kegiatan ini di laksanakan agar bisa mengetahui sejauh mana perkembangan penanganan covid di belahan dunia lainnya. 

Mengetahui anggapan respon umat beragama terkait pandemi covid 19 di belaham dunia, respons umat beragama terkait New Normal pandemi covid 19. Serta sikap umat beragama terkait new normal warga di belahan bumi selain Indonesia ketika menghadapi Corona .

"Selama ini, seperti kita lihat, reaksi paling aktif (baik positif maupun negatif) terkait korona itu adalah umat beragama, karena adanya pembatasan berkumpul di rumah ibadah. Sekarang, dilakukan New Normal, yang berarti kondisi baru yang mengharuskan umat beragama memiliki kebiasaan baru. Kita tidak tau bagaimana dengan New Normal di belahan bumi lainnya. Apakah sama atau tidak," ungkap Elmansyah.

Selain itu Elmansyah juga mengatakan bahwa peserta yang mendaftar tampak antusias untuk mengikuti webinar ini

"Buktinya baru 2 hari sudah 1.300-an peserta yang mendaftar. Hal ini terjadi  karena selain judul webinar internasional 4 benua ini begitu menarik juga tidak ada pemungutan biaya bagi yang ingin mengikutinya," pungkasnya. (tim liputan).

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini