BREAKING NEWS

MASJID RAYA MUJAHIDIN TIADAKAN SHOLAT IED BERDASARKAN HASIL RAPAT PENGURUS DAN SURAT EDARAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT, KODAM XII/TPR DUKUNG PUTUSAN PENGURUS MASJID RAYA MUJAHIDIN TIADAKAN SHOLAT IED SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PANDEMI COVID-19, DANREM 121/ABW PEDULI PELESTARIAN UDANG DAN IKAN TEBAR BIBIT DI SUNGAI PAWAN KETAPANG, WARGA TANGKAP PENCURI DI JL TRANS KALIMANTAN DAN HAKIMI PENCURI YANG TERTANGKAP TANGAN PUKUL 01:00 WIB DINI HARI

Warga Kampung Kapitan Di Kubu Raya Baca Burdah Keliling Upaya Cegah Pandemi Corona

Redaksi
Sebagai Upaya Perang melawan Virus Corona, Masyarakat lakukan Tradisi Baca Burdah Keliling Kampung
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Berbagai Upaya pencegahan merebaknya pandemi Virus Corona atau Virus Covid-19 dilakukan masyarakat, salah satunya seperti nyang dilakukan Kampung Kapitan Désa Sungai Ambangah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan lakukan tradisi Pembacaan Burdah keliling Kampung.

Tradisi Pembacaan Burdah keliling Kampung dilakukan oleh Para Sesepuh, Tokoh Agama, Kelompok Pemuda dan masyarakat sebagai bentuk munajat dan meminta perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai Musibah, Penyakit, wabah, Khususnya COVID-19 yang telah Melanda di seluruh Penjuru Dunia.

Qasidah Burdah dalam bahasa Arab Arab bermakna mantel. Dalam riwayat lain juga dikenal dengan sebutan Bur'ah yang berarti Syifa atau kesembuhan. Qasidah Burdah yang berisi syair puji-pujian (sholawat) kepada Baginda nabi Muhammad Saw ini  adalah karya Imam Al Bushiri salah satu ulama besar yang berasal dari kota Mesir, Kairo.

Qasidah adalah benteng ummat Islam dengan Nabi Muhammad Saw sebagai wasilahnya.

Hal tersebut disampaikan KH. Ahmad Mubarok selaku Tokoh Agama Kampung Kapitan Desa Sungain Ambangah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya.

"Sengaja memang kita bersama masyarakat sekitar melakukan kegiatan yang sudah menjadi tradisi warga Nadhlyin turun temurun ini. Karena, Selain syair demi syair Sholawat yang tersusun begitu indah, burdah karangan Imam Al Bushiri Ra ini juga diyakini  banyak sekali memiliki Fadhilah dan  keistimewaan nya yang salah satunya adalah sebagai media tawassul pengetuk pintu langit untuk memenuhi segala macam hajat kehidupan dengan Baginda Rasulullah Saw sebagai wasilahnya." ujar KH. Ahmad Mubarok.

KH. Ahmad Mubarok juga mengatakan bahwa dalam mencegah dan memerangi virus Corona ini diperlukan dua aspek utama yang harus dilakukan yaitu Ikhtiar dan tawakkal kepada Allah SWT.

“Senantiasa mentaati dan menjalankan kebijakan dan himbauan dari pemerintah dan pakar kesehatan sebagai ujung tombak ikhtiar lahiriah untuk menghindari wabah itu dan yang kedua ikhtiar Kekuatan doa juga jangan sampai terlupakan,” ungkapnya.
  
KH. Ahmad Mubarok berharap Semoga Ikhtiar ini (Pembacaan sholawat Burdah,red) senantiasa mendapatkan ridho dari Allah SWT SWT dan berharap pandemi covid-19 ini segera berakhir.

“Sehingga kita semua bisa kembali menyambut dan menunaikan ibadah bulan suci Romadhon dengan Khusu' tanpa adanya rasa was-was dan penuh kekhawatiran."pungkasnya. (to/tim liputan)

Editor : Aan
.


Komentar Anda

Berita Terkini