-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Kebakaran Rumah Di Belitang Hilir Renggut 3 Nyawa Penghuninya, Ini Kronologisnya

Redaksi author photo
Aparat Kepolisian sedang mendatangi Lokasi Terjadinya kebakaran yan tewaskan penghuninya
Sekadau (Kalbarnews.co.id) - Kebakaran menghanguskan rumah milik Yulianus Subeh, warga Dusun Sungai Biawak, Desa Menawai Tekam, Kecamatan Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Senin malam (27/01/2020). Kejadian itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolres Sekadau, AKBP Marupa Sagala, S.I.K., S.H., M.H mengatakan, akibat peristiwa tersebut satu keluarga yang terdiri dari tiga orang meninggal dunia. Ketiganya adalah Yulianus Subeh (55), Bunga (47) dan Eligia (11).

“Anggota kami mendapatkan laporan dari warga bahwa terjadi kebakaran. Saat itu Kapolsek Belitang Hilir bersama anggota langsung ke lokasi,” ujar Kapolres AKBP Sagala, Selasa (28/01/2020).

Kapolres menjelaskan, saat itu ada warga yang hendak ke sungai melihat api dari rumah korban. Warga tersebut
langsung berteriak dan warga lainnya pun langsung ke rumah korban.

“Api sudah besar dari dalam rumah korban. Warga berteriak memanggil korban, tetapi tidak ada jawaban. Ada dua yang juga tetangga korban berusaha mendobrak pintu untuk memadamkan api, tapi tidak bisa,” jelasnya.

Gagal mendobrak pintu, warga berusaha mendobrak jendela depan sebelah kiri rumah korban dan masuk lewat jendela. Namun, api di bagian kamar belakang rumah korban semakin membesar.

“Warga lainnya mengetahui ada kebakaran mendatangi rumah korban untuk memadamkan api. Api baru bisa dipadamkan pukul 20.40 WIB,” ungkap Sagala.

AKBP Marupa Sagala mengatakan, pihaknya telah memasang police line dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di TKP, kata dia, terdapat pelita yang berada di depan pintu kamar korban.

“Kemudian ada jeriken tempat minyak yang jaraknya kurang lebih setengah meter dari jarak pelita. Di samping pelita ada tumpakan pakaian, sehingga titik api diperkirakan berasal dari pelita yang merambat ke tumpukan pakaian,” ucap Kapolres.

Api yang membesar, merambat ke pintu kamar korban yang terbuat dari bahan kayu. Sagala mengungkapkan, jika melihat posisi korban diperkirakan korban berusaha keluar tetapi tidak bisa karena api di depan pintu kamar masuk sudah membesar.

“Jendela kamar terkunci mati menggunakan paku. Ketiganya meninggal dunia. Saat ini masih penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.(dd/tim liputan)

Editor : Aan


Komentar Anda

Berita Terkini