-->

BREAKING NEWS

WARGA GG SAWIT JL ABDURAHMAN SALEH PONTIANAK TENGGARA DIHEBOHKAN DENGAN DUEL DUA ORANG YANG AKIBATKAN SALAH SATUNYA TEWAS DITEMPAT DENGAN LUKA TUSUKAN DI TUBUH KORBAN, WARGA BERHASIL AMANKAN PELAKU PENUSUKAN DAN LAPORKAN KE APARAT BERWAJIB, POLRESTA PONTIANAK AMANKAN TERSANGKA PENUSUKAN DAN BARANG BUKTI SEBILAH PISAU, DIDUGA KASUS PENUSUKAN KARENA KEKECEWAAN PELAKU TERHADAP KORBAN YANG MENJANJIKAN KERJAAN PROYEK, NAMUN WALAUPUN SUDAH SETORKAN SEJUMLAH UANG HINGGA KINI JANJI KERJAAN ITU TAK KUNJUNG ADA, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

BPH Migas Dorong Pembangunan Pipa Gas Trans Kalimantan

Redaksi author photo
Kepala BP Migas, Ir Fanzarullah Asa, bersama Kepala Staf  Kepresidenan RI, Jendral Muldoko
Pontianak (Kalbarnews.co.id) - BPH Migas dorong terwujudnya Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan. Sebagai langkah nyata BPH Migas untuk kesekian kalinya kembali menyelenggarakan Focus Grup Discussion (FGD) “Sinergitas Pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan” bertempat di Ballroom Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa ( 03/12/2019).



dalam sambutanya Kepala BPH Migas, M. Fashurullah Asa mengatakan bahwa tujuan dari FGD ini adalah untuk mendalami supply and demand gas bumi di Pulau Kalimantan, khususnya terkait pemindahan Ibu Kota Negara di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur dan juga supply and demand gas bumi di Kalimantan Barat.

Fansarullah Asa juga mengatakan kegiatan ini dirancang untuk menciptakan sinergi antar Lembaga dalam mendukung keberhasilan pembangunan infrastruktur Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan agar semua pihak terkait diharapkan memberikan kemudahan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunannya.

Kegiatan FGD ini dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan RI Jendral TNI (Purn) Dr. Moeldoko dan Tokoh Masyarakat Kalimantan sekaligus Ketua DPD RI Periode 2017-2019, Oesman Sapta Odang. Selain itu, berbagai Lembaga dan pemangku kepentingan di bidang Gas Bumi hadir mulai dari Anggota DPR RI, DPD RI, SKK Migas, BPH Migas, Ditjen Migas KESDM, Kementerian Perindustrian, Gubernur/Bupati/Walikota se-Kalimantan, dan Rektor PTN se-Kalimantan, Asosiasi Pengusaha Tambang dan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit, Kadin, Hipmi, Inkindo, Gapensi, Kahmi hingga Badan Usaha di bidang niaga dan atau pengangkutan gas bumi melalui pipa.

Penyelenggaraan FGD di Pontianak ini, merupakan rangkaian FGD yang telah dilaksanakan oleh BPH Migas sejak tahun 2018, yang diawali dengan penyelenggaraan FGD di Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan September 2018, Audiensi dengan Gubernur Kalimantan Timur, dilanjutkan dengan FGD di Samarinda bulan Desember 2018, Audiensi dengan Gubernur Kalimantan Barat pada bulan Juni 2019, penyelenggaran FGD di BSD City Tangerang Banten pada tanggal 4 Juli 2019, Audiensi dengan Gubernur Kalimantan Tengah tanggal 11 Juli 2019, dan terakhir adalah penyelenggaran FGD di Palangkaraya Kalimantan Tengah pada tanggal 31 Juli 2019.

Dengan hadirnya para Tokoh Nasional, tokoh masyarakat, DPR dan DPD RI, Gubernur, Bupati dan akademisi, diharapkan akan didapat kesepakatan dalam pemahaman pentingnya supply and demand gas bumi di Kalimantan, khususnya persiapan pemindahan Ibu Kota Negara, sehingga akan mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur gas bumi.

BPH Migas terus mendorong diwujudkannya pembangunan pipa Trans Kalimantan dalam rangka meningkatkan pemanfaatan gas bumi di dalam negeri khususnya bagi seluruh masyarakat di Pulau Kalimantan dan sekaligus dapat ikut membantu mengurangi defisit perdagangan melalui peningkatan pemanfaatan Gas Bumi sebagai substitusi Bahan Bakar Minyak terutama pada sektor kelistrikan dan pertambangan.

menyikapi hal itu Gubernur Kalbar, H Sutarmidji menyambut baik upaya percepatan pembangunan Pipa Gas Zona Kalimantan karena sangan membantu Pemerintah Daerah srta akan menringankan beban keuangan daerah.

"Jika ini segera terealisasi maka akan banyan anggaran yang terbantu, karena saat ini Kalimantan Barat masih Impor Listrik dari negara jiran Malaysia, jika Gas sudah ada di daerah kita maka akan mengurangi benabn belanja kita," ungkap Sutarmidji.

Kegiatan ini dihadiri semua Kepala Daerah baik Bupati maupun Walikota se Kalimantan Barat, tampak hadir Pemerintah Kabupaten dari Daerah lainya di Kalinantan, antara alin Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Editor : Heri K





Komentar Anda

Berita Terkini