-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Atzebi Jiwo: Kaum Ibu Pertebal Rasa Kebangsaan Generasi Baru

Redaksi author photo
Ketua GOW Kabupaten kubu Raya, Atzebi Yatu Lensi Sujiwo saat Peringatan Hari Ibu

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kubu Raya Atzebi Sujiwo mengatakan, setiap wanita seyogyanya mampu memaknai Peringatan Hari Ibu. Di mana sejarah mencatat bahwa kaum ibu menjadi bagian tak terpisahkan dari proses kemerdekaan bangsa Indonesia. 

“Jadi sebagai kaum wanita khususnya kaum ibu, harus selalu memahami perjuangan ibu-ibu di masa silam,” ujarnya saat menghadiri Peringatan Hari Ibu ke-91 di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (16/12/2019).

Atzebi menuturkan, PHI yang berangkat dari Kongres Perempuan Indonesia pertama pada Desember 1928 sangat relevan dengan semangat perjuangan kekinian. Momentum 22 Desember 1928 menjadi tonggak sejarah pergerakan perempuan Indonesia hingga kini.

Ia menerangkan, Hari lbu oleh bangsa Indonesia diperingati tidak hanya untuk menghargai jasa-jasa perempuan sebagai seorang ibu, tetapi juga jasa perempuan secara menyeluruh. 

“Baik sebagai ibu dan istri maupun sebagai warga negara, warga masyarakat, dan sebagai abdi Tuhan Yang Maha Esa. Serta sebagai pejuang dalam merebut, menegakkan, dan mengisi kemerdekaan dengan pembangunan nasional,” tuturnya.  

Atzebi melanjutkan, hingga kini pun kaum ibu masih tetap berjuang sesuai tantangan zaman. 

“Ibu-ibu berjuang buat keluarga, masyarakat, bahkan daerah dengan bersinergi bersama pemerintah daerah,” ucapnya.  

Atzebi menerangkan, pada 1935 diadakan Kongres Perempuan Indonesia II di Jakarta. Kongres menetapkan fungsi utama perempuan Indonesia sebagai lbu Bangsa. Yang berkewajiban mendidik generasi baru yang lebih tebal rasa kebangsaannya.

Karena itu, ia menyebut Peringatan Hari lbu dimaksudkan untuk mengingatkan seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda. Yakni mengingatkan akan makna Hari lbu sebagai hari kebangkitan, persatuan, dan kesatuan perjuangan kaum perempuan. Yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa. 

“Untuk itu perlu diwarisi api semangat juang guna selalu mempertebal tekad untuk melanjutkan perjuangan nasional menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” paparnya. 

Peringatan Hari Ibu di Kantor Bupati Kubu Raya digelar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kubu Raya bekerja sama dengan DP3KB Kabupaten Kubu Raya.(tim liputan)

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini