-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Anak Zaman Now di Sintang Menjadi Sasaran Penyuluhan Satgas Pamtas Yonif 301/Pks

Redaksi author photo
Satgas Pamtas Yonif 301/Pks saat berikan Penyuluhan kepada Siswa-siswi SMAN 1 Ketungau Hulu

Sintang (Kalbarnews.co.id) - Satgas Pamtas Yonif Raider 301/Prabu Kian Santang melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang bahaya pergaulan bebas kepada siswa-siswi SMAN 1 Ketungau Hulu, Desa Senaning, Kec. Ketungau Hulu, Kab. Sintang, Jumat (01/11/2019).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kaum remaja khususnya pelajar tentang pergaulan bebas yang semakin meningkat pesat dipicu oleh penyalahgunaan perkembangan teknologi dan kebebasan berekspresi dengan dalih "Anak Zaman Now".

Mengingat pentingnya kehadiran para pelajar yang merupakan aset masa depan suatu bangsa yang harus dijaga dan dibina bersama semua unsur agar kelak menjadi generasi emas kebanggaan Bangsa dan Negara Republik Indonesia.


Hal itu disampaikan Dokter Satgas Yonif Raider 301/Pks, Letda Ckm dr. Lukman Husni saat memberikan materi menyampaikan, kenakalan remaja sudah sangat memprihatinkan. 

“Pelaku pergaulan bebas akan rentan penyakit infeksi menular seksual, beresiko tinggi mengalami keguguran jika hamil dibawah umur, bahkan dapat mengalami kematian jika tidak tertangani dengan baik," ungkapnya.

Sementara ditempat terpisah Dansatgas Pamtas Yonif Raider 301/Pks, Letkol Inf Andi Hasbullah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Satgas Raider 301 terhadap masa depan para pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa khususnya di wilayah perbatasan sebagai garda terdepan bangsa Indonesia.

Lebih lanjut dikatakan, pelajar adalah generasi muda yang terdidik, oleh sebab itu mereka harus memiliki moral dan mental yang baik sebagai penerus kita kelak. Selain itu juga, harus memiliki berbagai macam pengetahuan untuk mendeteksi hal-hal yang bersifat negatif sehingga diharapkan mampu menjadi kader dalam mencegah budaya pergaulan bebas yang sangat merugikan," ujarnya.

"Semoga kedepannya pemuda di perbatasan bisa menjadi agent of change yang mampu memberi perubahan terbaik bagi masyarakat perbatasan serta mampu tampil ditingkat nasional bahkan internasional," harapnya.

Sedangkan Jhon Li yang mewakili Kepala Sekolah SMAN 1 Ketungau Hulu mengaku sangat senang diadakan kegiatan penyuluhan ini. Selama beberapa tahun belakangan ini belum ada pihak yang memberikan penyuluhan tentang bahaya pergaulan bebas, padahal masa remaja merupakan masa yang rentan untuk melakukan pergaulan bebas. 

"Kami berharap bapak TNI sering-sering memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah supaya dapat menambah wawasan siswa-siswi tentang bahaya dari pergaulan bebas," ucapnya.

Diakhir kegiatan seluruh siswa-siswi yang hadir diminta untuk mengikrarkan janji menjauhi dan menolak pergaulan bebas demi menyelamatkan masa depan bangsa. (tim liputan)

Editor : Edi S
Komentar Anda

Berita Terkini