-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, POLSEK KUBU BEKUK PEMUDA PENGEDAR NARKOBA JENIS SABU-SABU DI KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA, APARAT TNI DAN POLRI AMANKAN 12 KG NARKOBA JENIS SABU-SABU DI PERBATASAN , PENANGKAPAN INI BERDASAR LAPORAN MASYARAKAT, LURAH  BENUA MELAYU LAUT DALAMI ADUAN WARGA KEPADANYA TERKAIT DUGAAN SODOMI YANG DILAKUKAN SEORANG PERIA DI WILAYAHNYA, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Akbar Tanjung Minta Pelaksanaan Pemilu 2019 di Evaluasi

Redaksi author photo
Politisi Senior Golkar, Akbar Tanjung minta Pelaksanaan Pemilu 2019 di Evaluasi

Lombok (Kalbar News) - Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, H Akbar Tanjung meminta agar pelaksanaan Pemilu 2019 perlu dievaluasi secara mendalam, dilansir dari Mataram Inside saat menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat periode 2019-2024, H Fauzan Khalid dan Hj Sumiatun, di Hotel Lombok Raya Mataram, Selasa (23/04/2019).

Menurut Politisi Senior di Partai Golkar ini, meskipun secara efektivitas pelaksanaan pemilu kali ini berjalan baik, karena baru pertama kali dilakukan serentak dengan mengikutkan Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif dan DPD RI di dalamnya, tapi Akbar Tanjung melihat hal itu justru berimbas kepada turunnya fisik para petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). 

Sehingga banyak petugas KPPS di sejumlah daerah yang akhirnya jatuh sakit hingga meninggal dunia Selain itu, akibat pemilu digabung bersamaan dengan pilpres, suara Partai Politik menjadi merosot. 

Lantaran banyak di antara masyarakat yang lebih cenderung tertarik dengan proses pilpres daripada pemilihan legislatif. Belum lagi biaya politik dari konsekuensi pemilu dilakukan serentak menjadi bertambah.

‘’Lebih baik kembali pada pemilu sebelumnya, yakni dilakukan secara terpisah. Meskipun terpisah, namun jaraknya jangan terlalu jauh,’’ kata Akbar Tanjung.

Untuk itu, Akbar Tanjung menyarankan agar pada Pemilu 2024 mendatang dilakukan secara terpisah. Sehingga konsentrasi masyarakat pemilih nantinya tidak terpecah gara-gara adanya pemilu presiden dan pemilu legislatif. (mi/tim liputan)

Editor : Edi S

Komentar Anda

Berita Terkini