-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Enam calon Sekjen KPK gagal Seleksi Akhir, ini Penjelasannya

Redaksi author photo
 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum temukan Sekretaris Jendral (Sekjen)

Jakarta (Kalbar News) - Enam calon Sekretaris KPK yang ikuti test dinyatakan gagal dalam tahap wawancara Komisi Pemberantasan (KPK), hingga saat ini KPK masih belum mendapatkan nama yang akan mengisi posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen). 
 
Enam calon yang gagal dalam tahap wawancara, yakni Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Muhammad Zeet Hamdy Assovie; Staf Asisten Deputi Bidang Ekonomi Makro, Penanaman Modal dan Badan Usaha pada Kedeputian Bidang Perekonomian Sekretariat Kabinet, Roby Arya Brata.
Kemudian Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Provinsi DKI Jakarta, Tuty Kusumawaty; mantan Direktur Keuangan PT Pelindo III, U. Saefuddin Noer.
Selain itu ada Guru Besar Universitas Hasanuddin sekaligus Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Winarni Dien Monoarfa; dan Counsel Bahar & Partners Law Firm, Prasetyo.
"Berdasarkan hasil konsultasi ke Komisi Aparatur Sipil Negara, maka dengan ini Panitia Seleksi mengumumkan bahwa belum ada kandidat yang dapat diusulkan kepada Presiden melalui Menteri Sekretaris Kabinet Republik Indonesia untuk dapat ditetapkan sebagai Sekretaris Jenderal pada Komisi Pemberantasan Korupsi," dikutip dari situs jpt.kpk.go.id. yang diakses pada Rabu (13/02/2019).
Diketahui, Keenam calon sekjen tersebut lolos dan mengikuti seleksi tahap akhir dengan menyingkirkan ribuan pesaing. Di seleksi gelombang pertama terdapat 4.480 pelamar, sementara pada gelombang kedua tercatat 1.372 orang yang melamar.
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyatakan, KPK menghargai dan upaya seluruh calon yang pernah mendaftar dan mengikuti rangkaian proses seleksi selama tahun 2018 lalu.
"Semoga apapun hasil seleksi ini, harapan KPK tetap tidak mengecilkan semangat pemberantasan korupsi para calon dan dukungan terhadap kerja-kerja KPK," ucap Febri dalam keterangan tertulis.
Ia menyatakan KPK bakal membahas lebih lanjut terkait posisi Sekjen KPK. Febri berharap Sekjen yang terpilih nantinya mampu menjalankan fungsi kesekjenan di KPK.

"Memang KPK sangat berharap sekjen yang terpilih benar-benar dapat menjalankan fungsi yang krusial dari unit Kesekjenan yang bertugas memberikan dukungan penuh pada seluruh pelaksanaan tugas KPK sebagaimana diatur di UU No. 30 Tahun 2002 tentang KPK," katanya.

Untuk saat ini posisi Sekjen KPK masih diisi oleh Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan sebagai pelaksana tugas (Plt) (sumber:cnnindo/tim liputan)

Editor : Edi S

Komentar Anda

Berita Terkini