![]() |
| Motor Terendam Banjir Bisa Rusak Parah, Begini Cara Penanganan yang Benar |
KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) - Banjir
tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak
kendaraan yang terendam air. Bagi pemilik sepeda motor, kondisi ini perlu
mendapat perhatian khusus karena air dapat masuk ke sejumlah komponen penting,
mulai dari mesin, sistem kelistrikan, hingga transmisi.
Ketika banjir mulai surut,
sebagian pemilik motor biasanya ingin segera memastikan kendaraannya masih bisa
digunakan. Namun, menyalakan mesin secara langsung justru menjadi tindakan yang
perlu dihindari. Sebab, jika air sudah masuk ke ruang bakar, komponen internal
mesin berisiko mengalami kerusakan serius.
Yamaha Motor Indonesia melalui
artikel edukasi di situs resminya
mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak mencoba menghidupkan mesin
setelah motor terendam banjir.
"Jangan starter. Jangan pula
coba-coba menyalakan dengan diengkol," demikian imbauan Yamaha di situs
resminya yang dilihat Sabtu (31/10/2026).
Langkah tersebut penting untuk
mencegah risiko water hammer, yakni kondisi ketika air masuk ke ruang bakar dan
menghambat gerakan piston sehingga berpotensi merusak komponen mesin.
Lantas, bagaimana cara mengatasi
motor terendam banjir agar kerusakannya tidak semakin parah?
1. Jangan Langsung Menghidupkan
Mesin
Langkah pertama adalah menahan
keinginan untuk menyalakan motor, baik menggunakan electric starter maupun kick
starter. Jangan pula memutar kunci kontak ke posisi ON, terutama jika air sudah
merendam bagian mesin dan komponen kelistrikan.
Jika motor masih berada di lokasi
banjir, pindahkan dengan cara didorong ke tempat yang lebih tinggi dan kering.
Pastikan kondisi lingkungan aman sebelum melakukan pemeriksaan.
2. Periksa Kondisi Oli Mesin
Oli menjadi salah satu komponen
yang perlu diperiksa setelah motor terendam banjir. Air yang masuk ke dalam
mesin dapat bercampur dengan pelumas sehingga mengurangi kemampuannya
melindungi komponen dari gesekan.
Menurut PT Pertamina Lubricants,
oli yang tercampur air dapat mengalami perubahan warna menjadi kecokelatan dan
berbusa seperti susu. Jika ditemukan kondisi tersebut, oli perlu dikuras dan
diganti sebelum mesin kembali dihidupkan.
Pada motor matik, pemeriksaan
juga perlu dilakukan terhadap oli gardan atau oli transmisi akhir karena bagian
tersebut berpotensi kemasukan air.
3. Periksa Filter Udara dan
Knalpot
Filter udara merupakan jalur
masuk udara menuju ruang pembakaran. Jika komponen ini basah atau kemasukan
lumpur, aliran udara dapat terganggu. Karena itu, periksa rumah filter udara
dan pastikan tidak ada sisa air maupun kotoran.
Knalpot juga perlu diperiksa
untuk memastikan tidak ada air yang mengendap di dalamnya. Sebaiknya
pemeriksaan dan pembersihan dilakukan mekanik sebelum motor dinyalakan kembali.
4. Cek Sistem Kelistrikan
Air banjir berpotensi masuk ke
soket, konektor kabel, sakelar, hingga komponen elektronik. Kondisi tersebut
dapat memicu gangguan kelistrikan, bahkan korsleting.
Pada motor injeksi, pemeriksaan
perlu mencakup sensor dan ECU. Jangan terburu-buru menghubungkan aki atau
mengaktifkan sistem kelistrikan sebelum seluruh bagian diperiksa dan
dikeringkan.
5. Bawa ke Bengkel untuk
Pemeriksaan Menyeluruh
Jika motor terendam cukup tinggi,
terutama hingga jok atau bagian mesin, sebaiknya jangan mencoba memperbaikinya
sendiri. Bawa kendaraan ke bengkel resmi atau bengkel terpercaya menggunakan
kendaraan pengangkut.
Mekanik dapat memeriksa kondisi
ruang bakar, busi, sistem bahan bakar, CVT pada motor matik, rem, hingga
komponen kelistrikan. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan tidak
ada air dan lumpur yang tertinggal.
Jangan Abaikan Risiko Kerusakan
Setelah Banjir
Motor terendam banjir bukan
berarti harus langsung mengalami kerusakan berat. Namun, penanganan yang keliru
dapat memperburuk kondisinya.
Karena itu, jangan terburu-buru
menyalakan mesin meskipun air sudah surut. Pemeriksaan komponen dan penggantian
pelumas yang diperlukan menjadi langkah penting sebelum motor kembali
digunakan.* (tim liputan).
