
Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo,
KALBARNEWS.CO.ID KUBU RAYA – Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, mengapresiasi perhatian dan dukungan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, terhadap percepatan pembangunan di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Meski Kubu Raya bukan daerah pemilihan Lasarus, Sujiwo menilai dukungan yang diberikan telah membantu memperjuangkan berbagai program infrastruktur untuk kepentingan masyarakat.
Apresiasi tersebut disampaikan Sujiwo saat menerima kunjungan kerja Lasarus. Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terlebih di tengah tekanan fiskal dan pengurangan Transfer ke Daerah (TKD).
“Ketika berbicara untuk kepentingan rakyat dan publik, beliau melepaskan kepentingan dapilnya. Banyak program yang beliau kawal dan perjuangkan untuk Kubu Raya,” ujar Sujiwo.
Kawal Infrastruktur Jalan hingga Normalisasi Sungai
Sujiwo menyebut sejumlah program infrastruktur yang mendapat perhatian, di antaranya program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah atau IJD di lima titik, dengan nilai rata-rata sekitar Rp20 miliar per titik.
Selain jalan, dukungan juga mencakup pembangunan turap serta normalisasi dan pendalaman sungai melalui Balai Wilayah Sungai (BWS). Menurut Sujiwo, pada tahun ini pemerintah daerah tidak mengalokasikan anggaran untuk normalisasi sungai, sehingga dukungan pemerintah pusat menjadi penting dalam penanganan infrastruktur tersebut.
Ia menilai koordinasi dengan pemerintah pusat dan dukungan para wakil rakyat di DPR RI menjadi salah satu jalan untuk menjaga pembangunan tetap berjalan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Pasar Induk, IPA Air Bersih, hingga Waterfront
Sejumlah proyek strategis lainnya juga menjadi perhatian. Sujiwo menyampaikan pembangunan Pasar Induk direncanakan mulai memasuki tahap lelang pada awal tahun mendatang, dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp40 miliar hingga Rp50 miliar. Proyek tersebut juga berpotensi berlanjut dengan pengembangan kawasan waterfront.
Sementara itu, pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) untuk layanan air bersih Perumda Tirta Raya sedang berjalan dengan nilai anggaran sekitar Rp90 miliar.
Sujiwo juga menyebut rencana penanganan jalan dari Simpang Polda hingga Bandara Supadio. Jika dilaksanakan secara menyeluruh hingga tuntas, total kebutuhan anggarannya diperkirakan mencapai Rp830 miliar.
Berbagai program tersebut, menurutnya, membutuhkan sinergi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, DPR RI, serta kementerian terkait.
Stadion Baru Butuh Akses Jalan 25 Meter
Dalam kunjungan tersebut, pembangunan stadion di Kubu Raya turut menjadi perhatian. Sujiwo menyebut Lasarus meminta agar akses menuju stadion dipersiapkan dengan baik, termasuk rencana pembebasan lahan untuk jalan selebar 25 meter.
Akses tersebut dinilai penting untuk mendukung kelancaran mobilitas penonton ketika pertandingan berlangsung, terutama untuk mengantisipasi pertemuan arus pendukung dari dua tim yang berbeda.
Pemerintah daerah, kata Sujiwo, akan menindaklanjuti kebutuhan akses tersebut. Selain itu, kawasan stadion juga membutuhkan dukungan infrastruktur lain, termasuk pipanisasi untuk menunjang pengembangan kawasan.
APBD Terbatas, Kolaborasi Jadi Kunci
Sujiwo mengungkapkan, tekanan fiskal menjadi tantangan besar bagi pemerintah daerah. Ia menyebut pengurangan TKD sekitar Rp397 miliar semakin membatasi ruang gerak APBD Kabupaten Kubu Raya.
Menurutnya, tanpa dukungan dari berbagai pihak, pembangunan berisiko mengalami stagnasi, bahkan berpotensi mengalami kemunduran.
Karena itu, Pemkab Kubu Raya berupaya mengoptimalkan berbagai sumber pembiayaan, mulai dari APBD kabupaten, dukungan pemerintah provinsi dan pusat, perjuangan program melalui DPR RI, hingga keterlibatan pihak swasta melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Kalau hanya mengandalkan APBD kabupaten, pembangunan tidak mungkin bisa berjalan maksimal. Kita harus berkolaborasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, kementerian, DPR RI, dan menggali potensi pendapatan daerah serta melibatkan pihak swasta,” tegasnya.
Sujiwo turut mengapresiasi peran sejumlah anggota DPR RI lainnya, termasuk Syarif Abdullah, Juliansyah, dan Boyman, yang menurutnya juga berkontribusi dalam memperjuangkan percepatan pembangunan di Kubu Raya.
Ia menekankan bahwa capaian pembangunan bukan hasil kerja bupati dan wakil bupati semata, melainkan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat.
“Ini hasil karya bersama, hasil karya seluruh rakyat Kubu Raya melalui partisipasi dan doa. Kalau hanya saya dan Pak Sukiryanto, tentu tidak akan mampu. Kita perlu menggabungkan kekuatan semua pihak,” ungkapnya.
Sujiwo pun mengibaratkan kolaborasi tersebut seperti tim Power Rangers yang menyatukan kekuatan untuk menghadapi tantangan. Menurutnya, ketika seluruh elemen mampu bergerak bersama, peluang untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan visi Kubu Raya yang melaju, melayani untuk maju akan semakin terbuka.(Tim Liputan)
Editor : Aan