
Bupati Sujiwo Perkuat Kolaborasi Empat Pilar, Libatkan Kades hingga TNI-Polri Percepat Pembangunan Kubu Raya
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan percepatan pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Diperlukan kolaborasi seluruh unsur pemerintahan, TNI-Polri, hingga masyarakat agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.
Sujiwo mengatakan, sejak memimpin Kubu Raya bersama Wakil Bupati Sukiryanto, dirinya merasakan pentingnya peran Sekretaris Daerah (Sekda), seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, serta aparatur sipil negara (ASN) sebagai garda terdepan dalam menjalankan program pembangunan.
Menurutnya, sinergi tersebut semakin kuat dengan dukungan TNI dan Polri di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten hingga kecamatan dan desa.
“Tidak mungkin saya dan Pak Sukiryanto mampu menyelesaikan seluruh persoalan tanpa dibantu Pak Sekda dan jajaran. Justru Sekda, OPD, camat, dan seluruh ASN inilah garda terdepan,” ujar Sujiwo.
Ia menjelaskan, komunikasi yang intensif menjadi salah satu kunci keberhasilan kolaborasi tersebut. Banyak persoalan dapat ditangani melalui komunikasi di grup WhatsApp, koordinasi singkat, maupun pertemuan langsung tanpa harus selalu menunggu rapat formal.
Sinergi serupa, lanjutnya, juga berjalan di tingkat kecamatan melalui koordinasi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk camat, kapolsek, dan unsur TNI.
Empat Pilar hingga Tingkat Desa
Sujiwo menegaskan, kolaborasi tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten dan kecamatan. Pemerintah daerah kini mendorong penguatan kerja sama hingga ke tingkat desa dengan melibatkan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas).
Keempat unsur tersebut diharapkan menjadi pilar utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa, termasuk konflik sosial dan persoalan kemasyarakatan yang masih dapat ditangani melalui musyawarah.
“Tidak semua persoalan di desa harus sampai kepada saya sebagai bupati. Kalau bisa diselesaikan melalui musyawarah di desa, selesaikan di desa. Kita ingin persoalan bisa ditangani sesuai tingkatannya,” tegasnya.
Dengan pola tersebut, penyelesaian masalah diharapkan menjadi lebih cepat, sekaligus mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Libatkan Organisasi Kemasyarakatan dan Keagamaan
Selain unsur pemerintahan dan aparat keamanan, Sujiwo juga menilai organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, serta organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Ia menyebut organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan berbagai elemen masyarakat lainnya sebagai potensi kekuatan sosial yang perlu dirangkul dan diberdayakan.
Menurutnya, apabila seluruh potensi tersebut dapat disatukan, Kubu Raya akan memiliki kekuatan kolaborasi yang besar untuk mempercepat pelaksanaan program pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sujiwo turut mengapresiasi dukungan TNI dan Polri yang selama ini dirasakan pemerintah daerah. Ia menyebut dukungan pimpinan TNI dan Polri, termasuk Pangdam dan Kapolda, menjadi dorongan bagi penguatan sinergi dalam membantu pelaksanaan program pemerintah.
Kondusivitas Jadi Modal Pembangunan
Lebih lanjut, Sujiwo menekankan bahwa keamanan dan kondusivitas wilayah merupakan modal utama dalam menjalankan pembangunan. Tanpa kondisi daerah yang aman dan harmonis, berbagai program pemerintah akan sulit berjalan secara optimal.
Karena itu, ia ingin koordinasi dan kolaborasi lintas sektor terus diperkuat dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten.
“Ketika seluruh unsur ini bisa kita kolaborasikan, mulai dari desa, kecamatan, sampai kabupaten, saya yakin dampaknya akan sangat luar biasa bagi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kubu Raya,” pungkasnya.
Melalui penguatan kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap berbagai persoalan masyarakat dapat diselesaikan lebih efektif, program pembangunan berjalan lebih cepat, dan suasana yang aman serta kondusif tetap terjaga di seluruh wilayah. (Tim Liputan)
Editor : Aan