622 Titik Panas Terdeteksi, Tetap Waspada Ancaman Karhutla di Kalbar

Editor: Redaksi author photo

622 Titik Panas Terdeteksi, Tetap Waspada Ancaman Karhutla di Kalbar 

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK)
 
– Sebaran titik panas atau hotspot di Kalimantan Barat mencapai 622 titik pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 530 titik, berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio.

Berdasarkan data sebaran titik panas BMKG periode pukul 00.00 hingga 23.59 WIB, dari total 622 titik tersebut, sebanyak 559 titik masuk kategori tingkat kepercayaan menengah, 59 titik kategori tinggi, dan empat titik kategori rendah.

Ketapang mendominasi dengan 469 titik kategori menengah dan 57 titik kategori tinggi. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Sintang dengan 55 titik, terdiri dari 53 kategori menengah dan dua kategori tinggi.

Selanjutnya, Melawi tercatat memiliki 13 titik panas, Sanggau sembilan titik, Kapuas Hulu enam titik, Sekadau dan Kayong Utara masing-masing tiga titik, serta Bengkayang dua titik. Sementara itu, Mempawah tercatat satu titik panas.

Kabar berbeda terlihat di Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang. Kelima wilayah tersebut tercatat nihil titik panas dalam pemantauan pada tanggal tersebut.

Meski demikian, angka nihil bukan berarti wilayah tersebut sepenuhnya bebas dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BMKG menjelaskan, deteksi hotspot menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit. Titik panas dapat tidak terdeteksi apabila wilayah tertutup awan atau berada di area blank zone.

Data ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap karhutla, terutama di wilayah dengan konsentrasi titik panas tinggi. Pemantauan dan penanganan di lapangan tetap diperlukan untuk mencegah kebakaran meluas serta mengurangi risiko kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat. (Tim Liputan)

Editor :Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini