Kubu Raya Bersholawat Bukan Sekadar Acara, Tapi Ikhtiar Meraih Keberkahan
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA )– Bupati Kubu Raya, Sujiwo, memastikan persiapan Kubu Raya Bersholawat yang akan digelar pada 19 Agustus 2026 di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya telah matang. Hal itu disampaikannya usai menggelar rapat koordinasi bersama para habaib, kiai, ulama, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh agama.
Sujiwo mengatakan, pelaksanaan Kubu Raya Bersholawat merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dengan para ulama sebagai wujud semangat gotong royong dalam membangun daerah.
"Hari ini kami bisa berkumpul dengan para habaib, para kiai, para ustaz. Ini bentuk kolaborasi. Kalau bahasa sekarang disebut kolaborasi, sebenarnya itulah semangat gotong royong yang menjadi kekuatan kita membangun Kubu Raya," ujarnya.
Menurut Sujiwo, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum yang sakral sehingga pemerintah merasa perlu melibatkan para ulama dalam setiap proses persiapannya.
"Kalau acara administratif atau seremonial itu sudah menjadi rutinitas pemerintah. Tetapi untuk acara yang mulia seperti ini, kami perlu masukan dari para habaib dan para kiai agar pelaksanaannya benar-benar membawa manfaat dan keberkahan," katanya.
Sujiwo optimistis ribuan jamaah akan memadati Halaman Kantor Bupati Kubu Raya. Bahkan, pemerintah telah menyiapkan skenario alternatif apabila jumlah jamaah melebihi kapasitas lokasi utama.
"Target kami halaman Kantor Bupati penuh. Kalau nanti membludak, kami sudah menyiapkan plan B dengan memanfaatkan Jalan Arteri Supadio dan kawasan halaman Kwartir Pramuka agar masyarakat tetap bisa mengikuti sholawat dengan nyaman," jelasnya.
Ia mengungkapkan, Kubu Raya Bersholawat digelar dalam rangka memperingati tiga momentum penting sekaligus, yakni Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Jadi Kabupaten Kubu Raya, dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Lebih jauh, Sujiwo menegaskan bahwa Kubu Raya Bersholawat telah ditetapkan sebagai salah satu dari empat agenda keagamaan tahunan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pada masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Sukiryanto.
Keempat agenda tersebut meliputi Sholawat Akbar, Pawai Obor menyambut Ramadan, Gema Idulfitri, dan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam.
"Insyaallah empat agenda ini akan terus kami laksanakan secara istiqamah. Kami ingin kegiatan keagamaan menjadi ruang mempererat persaudaraan sekaligus menghadirkan keberkahan bagi Kabupaten Kubu Raya," tuturnya.
Meski mayoritas masyarakat Kubu Raya beragama Islam, Sujiwo menegaskan pemerintah tetap memberikan perhatian yang sama kepada seluruh umat beragama.
"Kubu Raya adalah rumah besar bagi semua. Rumah besar yang dihuni masyarakat multiagama dan multietnis. Karena itu, kami juga akan mendukung kalender kegiatan keagamaan umat Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, maupun Khonghucu sebagai bagian dari komitmen menjaga kerukunan dan kebersamaan," tegasnya.
Sujiwo berharap seluruh rangkaian Kubu Raya Bersholawat dapat berlangsung lancar dan menjadi ikhtiar bersama untuk memohon keberkahan, kedamaian, serta kemajuan bagi Kabupaten Kubu Raya.