
Ketika Loungewear dan Underwear Bertransformasi Menjadi Elemen Gaya: Leticia Joseph, Mima Shafa dan berbagai Selebriti lainnya Berbagi Perspektif
KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) – Ada masanya tank top hanya dianggap sebagai lapisan pertama, sementara loungewear identik dengan waktu bersantai di rumah. Kini, batas-batas tersebut semakin memudar. (29/7/2026).
Tank top dan camisole tak lagi "bersembunyi" di balik outfit, begitu juga loungewear yang kini tak lagi berhenti di ruang rumah. Berbagai item esensial ini kini hadir dengan siluet, warna, dan desain yang membuatnya mudah dikenakan sebagai bagian dari outfit sehari-hari, mengikuti karakter dan aktivitas masing-masing orang.
Tak lagi sekadar soal fungsi, pakaian kini menjadi bagian dari cara orang mengekspresikan gaya personal mereka.
Cara memilih pakaian pun ikut berubah. Dulu, orang memilih berdasarkan kategori: baju rumah, lapisan dalam, atau baju bepergian, masing-masing punya tempatnya sendiri. Sekarang, satu item bisa dipakai untuk semuanya, tinggal disesuaikan padu padannya. Tank top misalnya, bisa jadi dalaman saat di- layer dengan cardigan, bisa juga jadi outer saat di-layer dengan T-shirt, dan banyak lagi inspirasi padu padan lainnya. Kini, baju tidak lagi ditentukan oleh kategorinya, tapi tentang bagaimana cara memakainya.
Hal ini menjadi salah satu topik yang diangkat dalam peluncuran koleksi UNIQLO Lounge & Underwear Fall/Winter 2026 di Jakarta hari ini, bersama Leticia Joseph dan Mima Shafa. Keduanya berbagi perspektif tentang bagaimana loungewear & underwear kini bukan lagi lapisan tersembunyi, melainkan menjadi bagian dari personal style yang playful, ekspresif, dan mudah di-mix-and-match untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Ketika Wardrobe Essential Menjadi Semakin Fleksibel
Bagi Mima Shafa, putri dari pasangan Mona Ratuliu dan Indra Brasco yang kini dikenal sebagai content creator sekaligus representasi Gen Z, loungewear dan tank top yang dulu identik dengan pakaian rumah kini semakin sering terlihat di luar rumah. Menurutnya, aturan tak tertulis soal mana “baju rumah” dan mana “baju pergi” kini sudah nggak berlaku lagi.
“Kalau aku lihat beberapa tahun belakangan ini, fashion dan style itu sudah nggak ada boundaries.
Kadang kita suka pakai baju rumahan untuk jalan-jalan keluar juga. Karena sekarang pun koleksi- koleksi loungewear itu sudah bagus-bagus banget dan rasanya sayang nih, kalau hanya dipakai di rumah saja. Bagus dan lucu juga ya, untuk dipakai buat pergi-pergi. Makanya sekarang kita jadi lebih sering lihat orang-orang mix and match loungewear, atau bahkan diri kita sendiri. Contohnya, pakai tank top sebagai luaran, atau sweatpants buat jalan-jalan ke luar," Mima Shafa membuka obrolan hari ini.
Bagi Leticia Joseph, putri Sheila Marcia yang baru saja menyabet gelar juara di salah satu kompetisi model remaja bergengsi Tanah Air, sudut pandangnya soal berpakaian pun kini ikut berubah. Sebagai remaja, dulu ia gampang ikut arus tren, tapi sekarang basic pieces justru jadi fondasi yang memberinya kebebasan bereksplorasi dengan identitas gaya sendiri.
"Dulu aku kalau milih baju itu stres banget. Aku bisa nangis-nangis bilang ke mamaku, ‘Ma, Ticia nggak ada baju’, karena baju aku kebanyakan T-shirt putih, tank top. Dulu aku berpikir kalau basic pieces itu ngebosenin. Tapi sekarang aku justru sadar bahwa item-item basic justru memberi lebih banyak ruang buat eksplor personal style sesuai selera kita sendiri. Sementara kalau baju-baju yang mengikuti tren, sering kali hanya dipakai beberapa kali lalu nggak dipakai lagi," ungkap Leticia.
Menurut Leticia, baju yang nyaman tetap jadi prioritas, tapi gaya tetap penting. Tank top, cardigan, dan basic pieces lainnya justru jadi andalan karena gampang di-styling untuk berbagai aktivitas, seperti jalan-jalan, bikin konten, hingga kumpul bareng teman.
Melihat perubahan tren tersebut, UNIQLO menjelaskan bahwa fenomena ini juga menjadi salah satu insight yang mendorong pengembangan koleksi terbaru Lounge & Underwear. Bahwa konsumen saat ini tidak lagi melihat pakaian berdasarkan kategorinya semata, melainkan berdasarkan fleksibilitas dan berbagai kemungkinan styling yang dapat dihadirkan.
"Kami melihat batas antara pakaian rumah, pakaian santai, dan pakaian untuk bepergian semakin memudar. Konsumen, khususnya generasi muda yang lebih eksploratif, tetap mengutamakan kenyamanan, tetapi di saat yang sama ingin tetap terlihat stylish ketika beraktivitas. Saat ini pun ada tren “dayjamas” di mana pakaian rumah di-styling sedemikian rupa sehingga tetap terlihat presentable saat dipakai di luar rumah. Karena itu kami terus mengembangkan koleksi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut," ujar Lisqia Lalantika, Marketing Manager UNIQLO Indonesia.
Pemahaman tersebut pun diterjemahkan ke dalam koleksi Lounge & Underwear Fall/Winter 2026 dari UNIQLO yang menghadirkan dua kategori dengan karakter berbeda. Minimalist Classic membawa nuansa Clean Elegant, dengan pilihan wardrobe essentials dengan warna yang netral, berpotongan clean, dan mudah dikenakan lintas kesempatan. Sementara Effortless Charm membawa nuansa Youthful Preppy, dengan warna-warna segar dan motif yang lebih berani, mendorong eksplorasi gaya yang lebih personal. Bersama-sama, kedua koleksi ini menawarkan lebih banyak pilihan bagi setiap orang untuk mengekspresikan gaya mereka tanpa mengesampingkan kenyamanan khas LifeWear.
Dua Generasi, Dua Perspektif, Satu Semangat Berekspresi Mima Shafa dan Leticia Joseph berasal dari generasi yang berbeda, tapi punya satu kesamaan: bagi mereka, pakaian bukan lagi soal mengikuti tren, melainkan medium untuk bereksperimen dan menemukan gaya yang paling autentik.
Meski koleksi UNIQLO Lounge & Underwear Fall/Winter 2026 punya dua karakter berbeda, keduanya mengaku sama-sama tertarik dengan seluruh koleksinya. Desain yang clean dan timeless, menurut mereka, justru jadi wardrobe essentials yang lebih mudah dipadukan dan tetap relevan lintas gaya maupun generasi.
Bagi Mima, item yang paling sering jadi andalan adalah cardigan. Baginya, cardigan menjadi pelengkap yang praktis untuk menyempurnakan berbagai tampilan, baik saat dipadukan dengan tank top maupun outfit yang lebih kasual.
"Aku suka banget cardigan karena tinggal dipakai saja sudah bikin outfit terasa lebih lengkap. Mau dipakai buat layering atau dipadukan dengan tank top juga tetap masuk. Jadi satu item bisa dipakai dengan banyak cara. Cardigan juga mudah banget dibawa ke mana-mana," ujarnya.
Mima juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak ragu mengenakan item dengan gaya yang lebih klasik atau clean. Bahkan, ia sesekali meminjam pakaian milik sang ibu karena merasa desain yang sederhana dan timeless tetap mudah dipadukan dengan gaya personalnya.
Leticia, di sisi lain, mengaku tank top menjadi salah satu favoritnya karena fleksibel dikenakan dalam berbagai kesempatan. Baginya, satu item dapat menghadirkan tampilan yang berbeda hanya dengan mengganti outer atau bawahan yang digunakan.
"Aku suka tank top karena bisa dipakai as it is, dipadukan dengan cardigan, atau di-layer dengan outfit lain. Jadinya satu item bisa dipakai berkali-kali, tapi tetap terasa berbeda. Meskipun begitu, sama seperti kak Mima, aku juga sering pinjam baju mamaku. Jadi waktu itu aku kan lagi belanja sama mamaku, lalu dia bilang ‘baju ini lucu, deh’. Karena aku juga suka, aku langsung bilang. ‘Ma, itu lucu banget. I think you should buy it, itu cocok banget buat mama.’ Padahal abis itu aku yang pakai, dan nggak aku kembalikan, hahaha," ujar Leticia.
Hal itu pun diamini Lisqia, yang menyampaikan bahwa fleksibilitas dalam hal styling memang menjadi salah satu pertimbangan UNIQLO dalam mengembangkan koleksi Lounge & Underwear Fall/Winter 2026. Selain pilihan warna, motif, dan siluet yang makin beragam, setiap item juga dirancang agar mudah dipadukan sesuai aktivitas dan preferensi masing-masing.
"Setiap generasi punya caranya sendiri dalam berekspresi lewat pakaian, tapi satu hal yang sama, mereka semua ingin pakaian yang bisa mengikuti gaya hidupnya. Karena itu kami hadirkan koleksi ini dengan lebih banyak pilihan warna, motif, dan desain yang gampang dipadukan, sehingga setiap orang bisa mengenakannya sesuai karakter dan aktivitasnya masing-masing. Pada akhirnya, kami percaya outfit yang baik selalu dimulai dari item yang tepat: nyaman, berkualitas, dan bisa dikenakan dalam berbagai momen sehari-hari," tutup Lisqia.
Lebih Banyak Cara Pakai, Lebih Banyak Cara Berekspresi
Tak hanya melalui sesi bincang seru bersama Mima dan Leticia, semangat berekspresi melalui styling juga terlihat dari para selebriti dan influencer yang hadir dalam acara peluncuran ini. Dengan karakter dan preferensi gaya yang berbeda, mereka menghadirkan beragam inspirasi padu padan koleksi
UNIQLO Lounge & Underwear Fall/Winter 2026, mulai dari tampilan clean dan elegan, hingga gaya yang lebih playful dan eksploratif, membuktikan fleksibilitas setiap item untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan.
(Atas - bawah, dari kiri ke kanan: Sheila Dara dan Fita Anggriani, Hana Malasan, Neona Ayu, Nada Tarina Putri)
Satu item, banyak cara pakai. Itulah benang merah dari koleksi Lounge & Underwear Fall/Winter 2026. UNIQLO menghadirkan lebih banyak pilihan desain, warna, motif dan siluet, sehingga setiap orang dapat mengeksplorasi gaya sesuai karakternya masing-masing.
Sebagian koleksi Lounge & Underwear Fall/Winter 2026 kini telah tersedia di seluruh toko UNIQLO Indonesia, aplikasi UNIQLO, dan UNIQLO.com, dengan line-up lengkap hadir secara bertahap hingga awal Agustus 2026. (Tim Liputan)
Editor : aan